Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Naili Zhahrina, UPAYA BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK (KESBANGPOL) MENANAMKAN NILAI-NILAI PANCASILA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT. Banda Aceh Fakultas KIP,2025

Naili zhahrina. (2025). upaya badan kesatuan bangsa dan politik (kesbangpol) menanamkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan masyarakat. [skripsi. universitas syiah kuala]. dibawah bimbingan dr. muhammad yunus, s. pd., m. pd., dan dr. saiful, s. pd., m. si. aceh utara merupakan daerah yang memiliki sejarah konflik bersenjata antara gam dengan pemerintah. konflik tersebut menimbulkan trauma dan merosotnya penerapan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan masyarakat. dalam kondisi ini kesbangpol berperan penting untuk menanamkan kembali nilai-nilai pancasila agar memperkuat keutuhan negara. penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui bagaimana badan kesatuan bangsa dan politik menanamkan nilai-nilai pancasila di kehidupan masyarakat aceh utara (2) mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat badan kesatuan bangsa dan politik dalam menanamkan nilai-nilai pancasila di kehidupan masyarakat aceh utara. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. pengumpulan data penelitian diperoleh melalui metode wawancara dan dokumentasi. subjek penelitian berjumlah 4 pegawai kesbangpol aceh utara. hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kesbangpol aceh utara menjalankan program penanaman nilai pancasila melalui pembinaan paskibraka, sosialisasi kebangsaan terhadap masyarakat umum, peringatan hari besar, serta pembinaan dan pengawasan ormas. program ini dilaksanakan berdasarkan renstra dan rkpd. (2) faktor pendukung dalam pelaksanaan program mencakup sdm yang kompeten dan dukungan lintas instansi. adapun kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan anggaran, geografis, jumlah pegawai, dan partisipasi masyarakat, khususnya di pedalaman. meski demikian, program dinilai cukup efektif dalam meningkatkan pemahaman dan penerapan nilai-nilai pancasila. dengan demikian dapat simpulkan bahwa (1) program penanaman nilai-nilai pancasila oleh kesbangpol aceh utara telah berjalan cukup efektif dalam meningkatkan pemahaman ideologi negara (2) keberhasilan program sangat dipengaruhi oleh sinergi antarinstansi dan keterlibatan tokoh masyarakat, namun masih dihadapkan pada tantangan geografis dan terbatasnya anggaran meskipun belum merata di seluruh wilayah. saran untuk penelitian (1) diperlukan peningkatan anggaran serta perluasan cakupan program ke daerah pedalaman agar nilai-nilai pancasila dapat dijangkau secara menyeluruh oleh seluruh lapisan masyarakat, (2) kesbangpol sebaiknya menjalin kolaborasi lebih intensif dengan lembaga pendidikan, tokoh adat, dan tokoh agama guna memperkuat internalisasi nilai pancasila dalam kehidupan sosial masyarakat. kata kunci: upaya, kesbangpol, nilai-nilai pancasila



Abstract

Naili Zhahrina. (2025). Efforts by the National Unity and Politics Agency (KESBANGPOL) to Instill Pancasila Values in Society. [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Under direction of Dr. Muhammad Yunus, S. Pd., M. Pd., and Dr. Saiful, S. Pd., M. Si. North Aceh is an area with a history of armed conflict between GAM and the government. This conflict has caused trauma and a decline in the application of Pancasila values in community life. In this situation, Kesbangpol plays an important role in re-instilling Pancasila values in order to strengthen national unity. This study aims to (1) determine how the Kesbangpol instills Pancasila values in the lives of the people of North Aceh and (2) identify the supporting and inhibiting factors for the Kesbangpol in instilling Pancasila values in the lives of the people of North Aceh. This study uses a qualitative approach with a descriptive research design. Data collection was conducted through interviews and documentation. The research subjects consisted of four Kesbangpol employees in North Aceh. The results of the study indicate that: (1) Kesbangpol North Aceh implements programs to instill Pancasila values through Paskibraka training, national awareness campaigns for the general public, commemorations of national holidays, and the supervision and monitoring of civil society organizations. These programs are implemented based on the Strategic Plan (RENSTRA) and the Regional Work Plan (RKPD). (2) Supporting factors in program implementation include competent human resources and inter-agency support. Challenges faced include budget constraints, geographical limitations, the number of staff, and community participation, particularly in remote areas. Despite these challenges, the program is considered sufficiently effective in enhancing understanding and application of Pancasila values. Thus, it can be concluded that (1) the program to instill Pancasila values by the North Aceh Kesbangpol has been quite effective in improving understanding of the state ideology, (2) the success of the program is greatly influenced by inter-agency synergy and the involvement of community leaders, but it still faces geographical challenges and budget constraints, although it has not been evenly distributed across the entire region. Recommendations for further research include: (1) Increasing the budget and expanding the program's coverage to remote areas to ensure that Pancasila values are accessible to all segments of society, and (2) Kesbangpol should establish more intensive collaboration with educational institutions, traditional leaders, and religious figures to strengthen the internalization of Pancasila values in social life. Keywords: Effort, Kesbangpol, Pancasila Values



    SERVICES DESK