Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
GUSLAYLA AZZRAH SORMIN, PEMETAAN STATUS HARA FOSFOR PADA PENGGUNAAN LAHAN SAWAH IRIGASI DI KECAMATAN BLANG BINTANG. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2025

Pertumbuhan penduduk indonesia yang semakin meningkat sehingga mempengaruhi kebutuhan beras, sebagaimana beras merupakan pangan pokok penduduk indonesia, sehingga diperlukan optimalisasi lahan sawah. provinsi aceh, khususnya kecamatan blang bintang di kabupaten aceh besar, memiliki lahan pertanian luas namun status kesuburan tanahnya tergolong sedang hingga rendah. salah satu masalah utama adalah rendahnya ketersediaan unsur hara fosfor yang berpengaruh pada pertumbuhan anakan padi dan hasil panen. fosfor harus tersedia optimal, namun ketersediaannya dipengaruhi ph tanah, bahan organik, dan pengelolaan pupuk. pemetaan status hara fosfor dengan sistem informasi geografis (sig) diharapkan dapat memberikan informasi spasial yang akurat untuk mendukung perencanaan pemupukan yang tepat dan meningkatkan produktivitas pertanian di kecamatan blang bintang. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei deskriptif. analisis status hara fosfor menggunakan metode bray ii untuk analisis p-tersedia sedangkan hcl 25% untuk analisis p-total. analisis spasial status hara fosfor pada lahan sawah irigasi menggunakan metode interpolasi idw. penentuan titik dan pengambilan sampel di lapangan ditetapkan secara purposive random sampling. sampel tanah diambil pada 12 lokasi mewakilkan dua jenis tanah pada lahan sawah irigasi di kecamatan blang bintang yaitu entisols dan inceptisols. pada setiap lokasi diambil 4 sub sampel sehingga jumlah keseluruhan sampel adalah 48 sampel. hasil analisis menggunakan sistem informasi geografis (sig) menunjukkan bahwa status hara p- total pada lahan sawah irigasi di kecamatan blang bintang kabupaten aceh besar dapat digolongkan atas tiga kriteria yaitu sangat rendah 803,52 ha, rendah 398,14 ha, dan sedang 8,16 ha. sedangkan status hara p-tersedia dapat digolongkan atas satu kriteria yaitu sangat rendah 1.211 ha. melalui peta status hara fosfor pada lahan sawah irigasi dapat mengetahui distribusi kandungan fosfor dalam tanah.



Abstract

Indonesia's growing population has increased the demand for rice, which is the staple food of the Indonesian people, thus requiring the optimization of rice fields. The province of Aceh, particularly the Blang Bintang subdistrict in Aceh Besar Regency, has vast agricultural land, but the soil fertility is classified as moderate to low. One of the main problems is the low availability of phosphorus nutrients, which affects rice seedling growth and crop yields. Phosphorus must be optimally available, but its availability is influenced by soil pH, organic matter, and fertilizer management. Mapping the phosphorus nutrient status using a Geographic Information System (GIS) is expected to provide accurate spatial information to support proper fertilizer planning and increase agricultural productivity in Blang Bintang Subdistrict. The method used in this study was a descriptive survey method. Phosphorus nutrient status analysis used the Bray II method for available P analysis and 25% HCl for total P analysis. Spatial analysis of phosphorus nutrient status in irrigated rice fields used the IDW interpolation method. Point determination and sample collection in the field were determined by purposive random sampling. Soil samples were taken at 12 locations representing two types of soil in irrigated rice fields in Blang Bintang District, namely Entisols and Inceptisols. Four subsamples were taken at each location, resulting in a total of 48 samples. The results of the analysis using a geographic information system (GIS) showed that the total P nutrient status in irrigated rice fields in Blang Bintang District, Aceh Besar Regency, could be classified into three criteria, namely very low (803.52 ha), low (398.14 ha), and moderate (8.16 ha). Meanwhile, the available phosphorus status can be classified into one criterion, namely very low (1,211 ha). Through the phosphorus status map of irrigated rice fields, the distribution of phosphorus content in the soil can be determined.



    SERVICES DESK