Tergerak rasa tanggung jawab agar tidak berbentur dengan pemerintah mengenai pembagian batas hutan, masyarakat dan aparatur gampong jambo papeun mengambil peran untuk menjaga kelestarian hutan maka terbentuklah “lembaga pengelola hutan desa" untuk mengambil tindakan atas diklaim hutan lindung dari pihak-pihak luar di gampong jambo papeun. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pengelolaan hutan dan tantangan yang dihadapi oleh lembaga pengelola hutan desa dalam menjaga hutan. penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. untuk menganalisis pengelolaan hutan dan tantangan yang dihadapi lembaga pengelola hutan desa, penelitian ini menggunakan teori strukturasi anthony giddens. hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga pengelola hutan desa memiliki peran yang sangat penting dalam melestarikan hutan di gampong jambo papeun, pengelolaan hutan juga berperan dalam pemberdayaan masyarakat yaitu melakukan patroli melibatkan masyarakat serta membuat program/pelatihan melibatkan laki-laki maupun perempuan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat. keberhasilam lembaga pengelola hutan desa dalam menjaga hutan tentu mengalami tantangan yang di alami mereka, yaitu kurangnya dukungan pemerintah, keterbatasan sumber daya buatan, keraguan masyarakat terhadap lembaga pengelola hutan desa dan kurangnya pemahaman tentang pengelolaan hutan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGELOLAAN HUTAN BERBASIS GAMPONG (LEMBAGA PENGELOLA HUTAN DESA) DI GAMPONG JAMBO PAPEUN KECAMATAN MEUKEK KABUPATEN ACEH SELATAN. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik,2025
Baca Juga : PEMETAAN SEBARAN DAN LUASAN HUTAN MANGROVERNDI KECAMATAN LEUPUNG, KABUPATEN ACEH BESARRNDENGAN MENGGUNAKAN DATA CITRA LANDSAT 8 (PAWIT TRIMANTO, 2015)
Abstract
Driven by a sense of responsibility to avoid clashes with the government regarding forest boundary divisions, the community and officials of Gampong Jambo Papeun took a role in preserving the forest. This led to the formation of the "Village Forest Management Institution" to take action against claims of protected forest by outside parties in Gampong Jambo Papeun. This study aims to determine how the Village Forest Management Institution manages the forest and the challenges faced by the Village Forest Management Institution in protecting it. This study used a qualitative method with a case study approach. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. To analyze forest management and the challenges faced by the Village Forest Management Institution, this study used Anthony Giddens' Structuration Theory. The results show that the Village Forest Management Institution plays a crucial role in preserving the forest in Gampong Jambo Papeun. Forest management also plays a role in community empowerment, including conducting patrols involving the community and creating programs/training involving both men and women as a form of community empowerment. The success of the Village Forest Management Institution in protecting the forest certainly faces challenges, namely a lack of government support, limited artificial resources, community doubts about the Village Forest Management Institution and a lack of understanding about forest management.
Baca Juga : DESKRIPSI GANGGUAN HABITAT DAN PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KONFLIK BABI HUTAN (SUS SCROFA VITTATUS) DENGAN MANUSIA DI KECAMATAN JAYA BARU (Windi Aprianti, 2014)