Morganella morganii merupakan salah satu bakteri penyebab infeksi, dikenal sebagai bakteri gram negatif, motil, dan tidak memfermentasi laktosa. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi morganella morganii berdasarkan jenis spesimen, jenis kelamin, usia dan ruang rawat serta melihat tingkat sensitivitas terhadap berbagai jenis antibiotik. penelitian ini menggunakan metode observasi laboratorium dengan mengumpulkan data hasil kultur morganella morganii dari berbagai spesimen klinik dari periode januari 2020 hingga april 2025. data penelitian sebagian diambil secara retrospektif sejak bulan januari 2020 hingga desember 2024, dan data pada bulan januari hingga april 2025 diambil secara prospektif. sampel berasal dari laboratorium mikrobiologi klinik di rsud dr. zainoel abidin, diisolasi pada media macconkey agar. kemudian diidentifikasi dan diuji kepekaan bakteri morganella morganii terhadap antibiotik menggunakan vitek® 2 compact. hasil penelitian ini diperoleh 55 isolat morganella morganii yang diidentifikasi dari spesimen klinik. distribusi morganella morganii berdasarkan spesimen klinik paling banyak ditemukan pada spesimen pus (61,8%), diikuti oleh urin (14,5%), selanjutnya cairan tubuh (9,1%). berdasarkan jenis kelamin distribusi morganella morganii paling banyak ditemukan pada pria (50,91%), dan berdasarkan usia paling banyak ditemukan pada pasien berusia 40-59 tahun (52,37%), diikuti usia >59 tahun (27,27%) dan usia 19-39 tahun (9,09%). distribusi morganella morganii berdasarkan ruang rawat paling banyak ditemukan pada ruang bedah (45,45%), diikuti ruangan non bedah (29,09%) dan ruangan gawat darurat (10,91%). tingkat sensitivitas tertinggi morganella morganii ditemukan terhadap amikacin (100%), meropenem (92,31%), cefuroxime (84,31%), piperaciilin tazobactam (81,63%), dan ceftazidime (76,92%). sebaliknya terdapat resistensi terhadap doxycycline (18,28%), cefotaxime (43,14%) dan imipenem (48,89%). kata kunci: antibiotik, antibiogram, identifikasi, morganella morganii, spesimen klinik
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
DISTRIBUSI DAN POLA KEPEKAAN ANTIBIOTIK BAKTERI MORGANELLA MORGANII BERDASARKAN SPESIMEN KLINIK DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas MIPA (S1),2025
Baca Juga : PROFIL BAKTERI DAN KEPEKAAN ANTIBIOTIK BURKHOLDERIA CEPACIA DARI SPESIMEN KLINIS DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN (Nyak Naiza Muzayanna, 2022)
Abstract
Morganella morganii is one of the bacteria that cause infections, known as Gramnegative bacteria, motile, and does not ferment lactose. This study aims to determine the distribution of Morganella morganii based on specimen type, sex, age and room and see the level of sensitivity to various types of antibiotics. This study used laboratory observation method by collecting Morganella morganii culture data from various clinical specimens from the period January 2020 to April 2025. The study data were partially taken retrospectively from January 2020 to December 2024, and the data from January to April 2025 were taken prospectively. The samples came from the Clinical Microbiology Laboratory at RSUD dr. Zainoel Abidin, isolated on MacConkey Agar media. Then identified and tested the sensitivity of Morganella morganii bacteria to antibiotics using VITEK® 2 Compact. The results of this study were obtained 55 isolates of Morganella morganii identified from clinical specimens. Morganella morganii distribution based on clinical specimens was most prevalent in pus specimens (61.8%), followed by urine (14.5%), followed by body fluids (9.1%). By sex distribution Morganella morganii was most common in men (50.91%), and by age was most common in patients aged 40-59 years (52.37%), followed by age >59 years (27.27%) and age 19-39 years (9.09%). Morganella morganii distribution based on the most common room found in the surgical room (45.45%), followed by non-surgical room (29.09%) and emergency room (10.91%). The highest sensitivity levels of Morganella morganii were found to amikacin (100%), meropenem (92.31%), cefuroxime (84.31%), piperaciilin tazobactam (81.63%), and ceftazidime (76.92%). In contrast, there was resistance to doxycycline (18.28%), cefotaxime (43.14%) and imipenem (48.89%). Keywords: antibiotic, antibiogram, clinical specimens, identification, Morganella morganii
Baca Juga : POLA DAN KEPEKAAN BAKTERI TERHADAP ANTIBIOTIK PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH (ISK) DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH TAHUN 2018 - 2019 (SANGAPNI KIRANA BERAMPU, 2020)