Pembelajaran berdiferensiasi merupakan strategi utama untuk mengakomodasi keragaman kebutuhan belajar siswa. penelitian ini bertujuan mengetahui kategori desain modul ajar pembelajaran berdiferensiasi, implementasi pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi, serta peluang dan hambatan yang dihadapi guru dalam implementasi kurikulum merdeka. pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode penelitian survey. populasi pada penelitian ini yaitu seluruh guru ipa di smp negeri 2 banda aceh berjumlah 5 orang. sampel pada penelitian ini berjumlah 5 orang, dengan menggunakan teknik total sampling. parameter penelitian meliputi kategori desain modul ajar pembelajaran berdiferesiasi, pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi, serta peluang dan hambatan yang dihadapi guru. teknik analisis data menggunakan persentase dari skoring skala guttman lalu dianalisis dengan mengukur persentasenya. ada 3 kesimpulan pada penelitian ini yaitu kategori modul ajar pembelajaran berdiferensiasi guru ipa berada pada kategori baik, pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi berada pada kategori sangat baik, dan guru menyatakan bahwa pembelajaran berdiferensiasi memiliki peluang meningkatkan hasil belajar, keterlibatan siswa, pemanfaatan teknologi, dan pengembangan kompetensi guru, hambatan yang dihadapi meliputi kesulitan menyesuaikan kebutuhan siswa, keterbatasan sumber daya, dan akses teknologi yang belum merata. kata kunci: kurikulum merdeka, pembelajaran berdiferensiasi, modul ajar, peluang, hambatan
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PADA PEMBELAJARAN IPA DI SMP NEGERI 2 BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas KIP,2025
Baca Juga : IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DI TK KIDDOS ENGLISH SCHOOL KOTA BANDA ACEH (FATIMAH ZUHRA, 2024)
Abstract
Differentiated learning is a key strategy for accommodating the diverse learning needs of students. This study aims to identify the categories of differentiated learning module design, the implementation of differentiated learning, as well as the opportunities and obstacles faced by teachers in implementing the independent curriculum. The approach used is qualitative with a survey research method. The population in this study consists of all science teachers at SMP Negeri 2 Banda Aceh, totaling 5 people. The sample in this study consists of 5 people, using total sampling technique. The research parameters include the categories of differentiated learning module designs, the implementation of differentiated learning, and the opportunities and obstacles faced by teachers. Data analysis techniques use percentages from Guttman scale scoring, which are then analyzed by measuring the percentages. There are three conclusions in this study: the category of science teachers' differentiated learning teaching modules is in the good category, the implementation of differentiated learning is in the very good category, and teachers state that differentiated learning has opportunities to improve learning outcomes, student engagement, technology utilization, and teacher competency development. The obstacles faced include difficulties in adjusting to student needs, limited resources, and unequal access to technology. Keywords: Independent Curriculum, Differentiated Learning, Teaching Modules, Opportunities, Obstacles
Baca Juga : ANALISIS KESULITAN GURU IPA DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SMP NEGERI SE-KABUPATEN ACEH BESAR (ASFAL ASFIA, 2025)