Lidya wulandari. (2025). kajian koreografi tari beude trieng di komunitas meusajan art kota banda aceh. [skripsi. universitas syiah kuala]. dibawah bimbingan dra. tri supadmi, m. sn., dan dr. rida safuan selian, s.pd., m.pd. penelitian yang berjudul kajian koreografi tari beude trieng di komunitas meusajan art kota banda aceh. penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan koreografi tari beude trieng di komunitas meusajan art. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. sumber data dalam penelitian ini berasal dari koreografer tari beude trieng, penari serta anggota komunitas meusajan art. objek penelitian adalah koreografi tari beude trieng itu sendiri. serta dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. seluruh proses analisis dilakukan untuk menggali dan memahami secara mendalam. hasil penelitian menunjukkan bahwa tari beude trieng merupakan tari kreasi berpolakan tradisi yang terinspirasi dari permainan beude trieng/ meriam bambu yang diciptakan oleh nurul hayati. tari ini termasuk dalam tipe tari studi. proses koreografi melalui tahapan eksplorasi, yaitu pencarian dan penggalian ide gerak berdasarkan pengalaman koreografer, dilanjutkan dengan improvisasi berupa penemuan gerak secara spontan saat latihan, kemudian disusun menjadi komposisi tari. dilihat juga dari gerak tari beude trieng ini memiliki 8 ragam gerak, juga memiliki 1 pola lantai khusus. musik iringan pada tari beude trieng sangat berperan penting sebagai musik pengiring dalam membangun suasana, memperkuat karakter gerak, serta mendukung ekspresi emosional tarian. properti yang digunakan 2 beude trieng/ meriam bambu tata busana yang digunakan merupakan busana tari tradisional aceh pada umumnya, tetapi terlihat lebih sederhana dan tata rias tari beude trieng yaitu make-up perempuan digunakan make-up cantik yang sederhana, sedangkan untuk penari laki-laki digunakan make-up natural untuk mempertegas karakter. kata kunci: kajian, koreografi, tari beude trieng
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KAJIAN KOREOGRAFI TARI BEUDE TRIENG DI KOMUNITAS MEUSAJAN ART KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas KIP,2025
Baca Juga : KAJIAN KOREOGRAFI TARI NYAK CUT DI SANGGAR BANDA BEUTARI KOTA LANGSA (ALFIYA RAHMI, 2021)
Abstract
Lidya Wulandari. (2025). Choreographic Study of Beude Trieng Dance in Meusajan Art Community of Banda Aceh City. [Thesis. Syiah Kuala University]. Under the guidance of Dra. Tri Supadmi, M. Sn., and Dr. Rida Safuan Selian, S.Pd., M.Pd. The research entitled Choreographic Study of Beude Trieng Dance in Meusajan Art Community of Banda Aceh City. This study aims to describe the choreography of Beude Trieng dance in Meusajan Art Community. This research uses a qualitative approach with descriptive research. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. The data sources in this study came from Beude Trieng dance choreographers, dancers and members of the Meusajan Art Community. The object of research is the choreography of Beude Trieng Dance itself. and analyzed through data reduction, data presentation, and verification. The whole process of analysis is done to explore and understand deeply. The results showed that Beude Trieng dance is a traditional dance creation inspired by the Beude Trieng/bamboo cannon game created by Nurul Hayati. This dance is included in the study dance type. The choreographic process goes through the exploration stage, which is the search and exploration of motion ideas based on the choreographer's experience, followed by improvisation in the form of spontaneous discovery of motion during practice, then arranged into a dance composition. Also seen from the Beude Trieng dance movement, it has 8 varieties of movements, also has 1 special floor pattern. The accompaniment music in Beude Trieng dance plays an important role as accompaniment music in building the atmosphere, strengthening the character of the movements, and supporting the emotional expression of the dance. The clothing used is traditional Acehnese dance clothing in general, but looks simpler and Beude Trieng dance makeup, namely female make-up used simple beautiful make-up, while for male dancers used natural make-up to emphasize character. Keywords: Study, Choreography, Beude Trieng Dance
Baca Juga : KAJIAN KOREOGRAFI TARI GASEH MEUSANDENG DI SANGGAR CUT MEUTIA MEULIGOE ACEH UTARA (ALFIA RAHMAH, 2021)