Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
MHD. IQBAL SYAHPUTRA, WANPRESTASI PERJANJIAN JUAL BELI TERNAK SAPI ANTARA PETERNAK LOKAL STABAT DENGAN CV. LEMBU BAROKAH. Banda Aceh Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala,2025

Pasal 1457 kuhperdata mengatur tentang jual beli dimana penjual menyerahkan barang dan pembeli membayar harga yang dijanjikan. dalam suatu perjanjian jual beli sudah seharusnya kedua belah pihak saling memberikan hak dan kewajiban dan mematuhi sesuai dengan 1338 ayat (1) kuhperdata. namun, memberikan hak dan kewajiban tidak sesuai dengan perjanjian sering terjadi di dalam suatu perjanjian jual beli seperti jual beli ternak sapi oleh peternak lokal di stabat dan cv. lembu barokah yang dimana penjual yaitu peternak lokal di stabat memberikan barang tapi tidak sesuai dengan yang di perjanjikan sehingga terjadinya wanprestasi sesuai dengan pasal 1238 kuhperdata dimana penjual lalai dengan tidak melakukan prestasi sebagaimana seharusnya. penulisan skripsi ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana pelaksanaan perjanjian yang dilakukan oleh kedua belah pihak yang bersengketa yaitu peternak lokal di stabat dan cv. lembu barokah, menjelaskan bentuk wanprestasi yang dilakukan oleh peternak lokal di stabat kepada cv. lembu barokah dan menjelaskan bagaimana upaya hukum yang dilakukan oleh cv. lembu barokah ketika mendapati ternak sapi yang dibeli tidak sesuai kondisinya dengan perjanjian. metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris. data pada penelitian ini diperoleh dari hasil penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan data primer yang bersumber dari pihak yang berhubungan dengan melakukan wawancara kepada responden dan informan dan mengambil sumber data sekunder yang di dapat dari buku buku dan jurnal. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan perjanjian jual beli ternak sapi antara peternak lokal di stabat dan cv. lembu barokah adalah menggunakan perjanjian lisan dimana ternak dijanjikan dengan kondisi tertentu dan berat tertentu oleh penjual kepada pembeli. namun disini terjadi wanprestasi dimana pada saat ternak sapi sampai berat yang di dapat oleh pembeli yaitu cv. lembu barokah tidak sesuai dengan yang diperjanjikan dan pada selang waktu beberapa hari kondisi ternak sapi juga tidak sesuai dengan yang diperjanjikan sehingga penjual yaitu peternak lokal di stabat tidak memenuhi prestasi sebagai mana seharusnya seperti yang telah diperjanjikan. penyelesaian yang di lakukan oleh cv. lembu barokah adalah penyelesaian secara non litigasi dimana dilakukan negosiasi ulang dimana penjual harus menanggung biaya kerugian atas ketidaksesuaian pada kondisi ternak sapi tersebut. disarankan kepada peternak lokal di stabat untuk lebih mengetahui terlebih dahulu untuk ternak sapi yang ingin diperjualbelikan dan untuk secara seksama memperhatikan dan bertanggung jawab atas perjanjian yang telah dibuat maupun perjanjian tersebut berbentuk perjanjian lisan. dan untuk cv. lembu barokah untuk tidak menerima semena mena bentuk perjanjian lisan walaupun atas dasar tradisi dan untuk tidak menerima barang yang masih belum dapat dihadirkan secara langsung ketika proses membuat perjanjian jual beli.



Abstract

Article 1457 of the Indonesian Civil Code (KUHPerdata) regulates the contract of sale, whereby the seller delivers the goods and the buyer pays the agreed price. In a contract of sale, both parties are bound to grant reciprocal rights and obligations in accordance with Article 1338 paragraph (1) of the Civil Code. However, it is not uncommon for one party to fail to perform its obligations under the agreement. Such a case occurred in a cattle sale transaction between local cattle breeders in Stabat and CV. Lembu Barokah, where the sellers, namely the local breeders, delivered goods that were not in conformity with the terms of the agreement, thereby constituting a breach of contract (wanprestasi) pursuant to Article 1238 of the Civil Code, as the sellers failed to duly perform their obligations. The objective of this thesis is to examine the performance of the contract between the disputing parties, namely the local cattle breeders in Stabat and CV. Lembu Barokah; to analyze the forms of breach of contract committed by the local breeders against CV. Lembu Barokah; and to assess the legal remedies available to CV. Lembu Barokah when the cattle delivered did not conform to the contractual terms. The research method employed is empirical juridical. Data were obtained from field research using primary data sourced from parties directly involved through interviews with respondents and informants, as well as secondary data derived from books and academic journals. The findings of this research indicate that the cattle sale contract between the local breeders in Stabat and CV. Lembu Barokah was conducted orally, whereby the cattle were promised to meet specific conditions and weight. However, breach of contract occurred as the cattle delivered did not meet the agreed weight and, within a few days, their condition also deviated from what had been promised. Thus, the sellers failed to perform as required under the agreement. The dispute resolution undertaken by CV. Lembu Barokah was through non-litigation means, specifically renegotiation, whereby the sellers were obliged to compensate for the losses arising from the non-conformity of the cattle delivered. It is recommended that the local breeders in Stabat exercise greater diligence in ensuring the quality of cattle to be sold, and assume full responsibility for agreements entered into, whether written or oral. Likewise, CV. Lembu Barokah should refrain from uncritically accepting oral agreements merely on the basis of custom, and should not agree to purchase goods that are not physically present at the time of concluding the contract of sale.



    SERVICES DESK