Resiliensi merupakan kemampuan individu, kelompok, atau masyarakat untuk mengatasi, beradaptasi, dan pulih setelah mengalami guncangan atau bencana. penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana resiliensi masyarakat desa teluk rumbia, kabupaten aceh singkil, dalam menghadapi bencana banjir yang terjadi secara berulang. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan informan penelitian yang terdiri dari kepala desa teluk rumbia, dan masyarakat desa teluk rumbia yang terdampak akan bencana banjir yang terus berulang terjadi serta sudah tinggal lebih dari sepuluh tahun. pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. penelitian ini menggunakan teori resiliensi dari susan l. cutter sebagai landasan dalam analisis untuk memahami kemampuan adaptasi masyarakat terhadap bencana banjir. hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa masyarakat desa teluk rumbia telah mengembangkan berbagai strategi adaptasi malalui pengalam-pengalaman sebelumnya. strategi tersebut mencakup pembangunan rumah panggung untuk enghindari genangan air banjir, penggunakan perahu robin sebagai alat transportasi pada saat banjir terjadi, dan penampungan air bersih sebagai persipan pada saat musim hujan dan bencana banjir terjadi. masyarakat desa teluk rumbia juga melakukan adaptasi dalam sektor ekonomi dan pendidikan, yang dimana masyarakat desa menyesuaikan jadwal kerja saat banjir, dan mengatur kehadiran anak-anak ke sekolah dengan mempertimbaangkan kondisi akses yang terbatas. temuan ini memperlihatkan bahwa resiliensi masyarakat terbentuk tidak hanya dari adanya bantuan ekternal, akan tetapi dari kamampuan yang berasal dari pengetahuan lokal, kesiapsiagaan, dan adanya praktik adaptasi sehari-hari yang diwariskan secara turun-temurun. dengan demikian, resiliensi yang di terapakan oleh masyarakat desa teluk rumbia terbentuk dari kebiasaan dan pengalaman masyarakat setempat dan menjadi kunci utama dalam memperkuat kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir. kata kunci: resiliensi, masyarakat, bencana banjir, desa teluk rumbia, adaptasi.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
RESILIENSI MASYARAKAT DESA TELUK RUMBIA TERHADAP BENCANA BANJIR. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik,2025
Baca Juga : PENGARUH THRIVING AT WORK TERHADAP CAREER ADAPTABILITY YANG DIMEDIASI OLEH SELF-EFFICACY DAN SOCIAL SUPPORT PADA KARYAWAN PERBANKAN SYARIAH DI KOTA BANDA ACEH (Tria Novrita, 2025)
Abstract
Resilience is the ability of an individual, group, or community to cope, adapt, and recover after experiencing a shock or disaster. This study aims to examine the resilience of the Teluk Rumbia Village community, Aceh Singkil Regency, in facing recurring floods. This study uses a descriptive qualitative approach with research informants consisting of the Teluk Rumbia Village Head and the Teluk Rumbia Village community who have been affected by the recurring floods and have lived there for more than ten years. Data collection was conducted through field observations, in-depth interviews, and documentation. This study uses Susan L. Cutter's resilience theory as a basis for analysis to understand the community's ability to adapt to flooding. The results of this study show that the Teluk Rumbia Village community has developed various adaptation strategies through previous experiences. These strategies include building stilt houses to avoid floodwater inundation, using robin boats as a means of transportation during floods, and storing clean water as preparation for the rainy season and flooding. The Telu Rumbia Village community also adapted to the economic and educational sectors, adjusting work schedules during floods and managing children's school attendance, taking into account limited access. These findings demonstrate that community resilience stems not only from external assistance but also from the capacity derived from local knowledge, preparedness, and daily adaptation practices passed down through generations. Thus, the resilience practiced by the Teluk Rumbia Village community stems from local customs and experiences and is a key factor in strengthening the community's ability to cope with flooding. Keywords: Adaptation, Community, Flood Disaster, Resilience, Teluk Rumbia Village.
Baca Juga : UPAYA MASYARAKAT DALAM MENGURANGI RISIKO BENCANA BANJIR DI GAMPONG BUGA KECAMATAN SEULIMEUM ACEH BESAR (Novita Sari, 2017)