Pltu nagan raya merupakan pembangkit listrik tenaga uap berbahan bakar batubara dengan kapasitas 2x110 mw untuk dipasok ke sebagian wilayah aceh dan sumatera utara. untuk menjalankan aktifitas produksi secara kontinu perusahaan sangat tergantung pada ketersediaan mesin atau peralatan yang digunakan. salah satu mesin atau peralatan yang digunakan adalah boiler. boiler yang dioperasikan pada tekanan dan temperatur tinggi untuk menghasilkan uap diidentifikasi dapat mengakibatkan terjadinya kegagalan (failure). salah satu kegagalan yang sering terjadi pada boiler adalah kegagalan pipa-pipa boiler. berdasarkan hal tersebut, dilakukan penelitian analisis kegagalan pipa boiler di pltu nagan raya dengan menggunakan failure mode and effect analysis (fmea). hasil fmea berupa nilai risk priority number (rpn) dianalisis dan didapatkan 20% kegagalan potensial untuk diprioritaskan dengan harapan dapat menghilangkan atau meminimalkan 80% penyebab masalah lainnya yaitu bocor/pecah yang menjadi mode kegagalan potensial pada waterwall dengan persentase sebesar 21,49%. bocor/pecah dan kerak sebagai mode kegagalan pada low superheater, platen superheater dan high superheater dengan masing-masing persentase sebesar 33,90%, 31,58% dan 32,43%. pada pipa primary dan secondary desuperheater didapatkan mode kegagalan potensial yaitu valve rusak dengan persentase sebesar 26,32% dan untuk mode kegagalan potensial pada pipa economizer adalah korosi dengan persentase sebesar 24,35%. kata kunci: boiler, kegagalan (failure), failure mode and effect analysis (fmea), risk priority number (rpn), diagram pareto.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENDEKATAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS UNTUK ANALISIS KEGAGALAN PIPA BOILER PADA PLTU NAGAN RAYA. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2015
Baca Juga : ANALISIS RISIKO PADA RANTAI PASOK KOMODITAS KENTANG (SOLANUM TUBEROSUM L.) DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN FAILURE MODE EFFECT AND ANALYSIS (FMEA) DI PROVINSI ACEH (Aulia Putra Zalvi, 2021)
Abstract
Baca Juga : IMPLEMENTASI LEAN MANUFACTURING UNTUK MEREDUKSI WASTE PADA PRODUKSI ES KRISTAL (STUDI KASUS: PT. POLA JAYA PERKASA) (Feneubrina Bainirad, 2018)