Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES
Muhammad Yasir Budiman, MANAJEMEN GURU PENGGERAK DALAM MENINGKATKAN PROFESIONAL GURU DI SDN UTUE DAN SDN DESA PALOH. Banda Aceh Program Studi Magister Administrasi Pendidikan Unsyiah,2025

Salah satu kebijakan dari program merdeka belajar adalah guru penggerak, mereka berperan sebagai inovator, pemimpin yang peka terhadap situasi dan kondisi belajar siswa, serta agen perubahan yang memimpin inovasi dan perbaikan dalam praktik pembelajaran, hal ini membantu meningkatkan profesional guru secara keseluruhan. tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan manajemen guru penggerak dalam peningkatan profesional guru di sdn utue dan sdn desa paloh. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif kualitatif, melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. temuan penelitian menunjukkan bahwa; perencanaan guru penggerak melibatkan koordinasi dalam penyusunan visi misi sekolah sesuai dengan tuntutan kurikulum merdeka, serta menyusun strategi pembelajaran terbaru. program guru penggerak didukung oleh seluruh pihak sekolah untuk mengajak guru berpartisipasi dalam program, menciptakan kolaborasi untuk lingkungan sekolah yang positif. pelaksanaan guru penggerak profesional guru dengan menerapkan pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik, menentukan gaya belajar yang sesuai, evaluasi guru penggerak melibatkan penyusunan instrumen evaluasi, melakukan asesmen awal, tengah, dan akhir pembelajaran, serta melaksanakan refleksi sebagai tindak lanjut dalam perbaikan pembelajaran selanjutnya. faktor serta hambatan guru penggerak dalam meningkatkan profesional guru meliputi kurangnya sarana prasarana, komunikasi yang kurang lancar karena perbedaan pemahaman bahasa peserta didik, dan jadwal yang sangat padat antara tugas guru penggerak, peran sebagai ibu, dan peran sebagai anggota masyarakat.



Abstract

One of the policies under the of the Merdeka Belajar (Freedom to Learn) program is the teacher mover, which positions teachers as innovators, leaders who are aware of the situation and condition of student learning, and agents of change who lead innovations and improvements in learning practices, which help to improve overall teacher professionalism. This study aims to describe the management of teacher movers in improving teacher professionalism at the State Elementary School of Utue and the State Elementary School of Desa Paloh. This research used a qualitative approach with a descriptive research method. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using qualitative descriptive analysis involving data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings show that the planning of the teacher mover program involved coordination in preparing the school's vision and mission in accordance with the demands of the Kurikulum Merdeka (Independent Curriculum), and developing new learning strategies. The teacher mover program was supported by all school stakeholders, encouraging teacher participation and fostering a collaborative and positive school environment. In implementation, teacher movers and professional teachers designed learning activities that fit students' needs, determined the appropriate learning style, and evaluated teacher movers in the preparation of evaluation instruments. Assessments were conducted at the beginning, middle, and end of the learning process, followed by reflective sessions to improve further learning. The obstacles in improving teacher professionalism through the teacher mover program included limited infrastructure, communication barriers stemming from differences in students' language understanding, and time constraints due to the multiple roles of teacher movers as educators, mothers, and community members.



    SERVICES DESK