Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Muhammad Taufik Hidayat, EFEKTIVITAS HERBISIDA METRIBUZIN DAN OKSIFLUORFEN PADA BERBAGAI TARAF DOSIS TERHADAP PERTUMBUHAN GULMA PADA TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAX L. MERRIL). Banda Aceh Fakultas Pertanian,2025

Gulma pada tanaman kedelai menyebabkan persaingan dan dapat menurunkan produktivitas tanaman kedelai. pengunaan herbisida untuk mengendalikan gulma merupakan salah satu upaya untuk memperkecil kehilangan hasil tanaman kedelai. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas berbagai taraf dosis herbisida metribuzin dan oksifluorfen terhadap pertumbuhan gulma pada tanaman kedelai. penelitian ini dilaksanakan di desa lamteube mon ara, kecamatan montasik, aceh besar dan laboratorium pengelolaan gulma, departemen agroteknologi, fakultas pertanian, universitas syiah kuala, banda aceh. penelitian ini dilaksanakan pada februari 2025 sampai dengan mei 2025. penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (rak) pola non faktorial yang terdiri dari 7 perlakuan dan 3 ulangan. faktor yang diteliti adalah campuran herbisida metribuzin dan oksifluorfen dengan perlakuan, yaitu: gulma dibiarkan terus-menerus, gulma disiangi terus-menerus, metribuzin 1,5 kg b.a ha-1, oksifluorfen 1,5 kg b.a ha-1, metribuzin 1 kg b.a ha-1 + oksifluorfen 1 kg b.a ha-1, metribuzin 0,75 kg b.a ha-1 + oksifluorfen 0,75 kg b.a ha-1 dan metribuzin 0,5 kg b.a ha-1 + oksifluorfen 0,5 kg b.a ha-1. peubah yang diamati adalah persentase penutupan gulma, individu gulma, spesies gulma dan bobot kering gulma yang diamati 2, 4, 6 dan 8 minggu setelah tanam. aplikasi herbisida metribuzin dan oksifluorfen berpengaruh terhadap spesies gulma, individu gulma dan bobot kering gulma. campuran herbisida metribuzin dan oksifluorfen dengan dosis 0,5 kg b.a ha-1 + oksifluorfen 0,5 kg b.a ha-1 dapat menurunkan spesies gulma, individu gulma dan bobot kering gulma pada tanaman kedelai.



Abstract

Weeds in soybean cultivation cause competition and can reduce soybean crop productivity. The use of herbicides to control weeds is one of the efforts to minimize yield loss in soybeans. This research aimed to determine the effectiveness of various dosage levels of metribuzin and oxyfluorfen herbicides on weed growth in soybean crops. The research was conducted in Lamteube Mon Ara Village, Montasik Subdistrict, Aceh Besar, and in the Weed Management Laboratory, Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Banda Aceh. The research was carried out from February 2025 to May 2025. A non-factorial Randomized Complete Block Design (RCBD) was used, consisting of 7 treatments and 3 replications. The factor studied was the combination of metribuzin and oxyfluorfen herbicides with the following treatments: continuous weeding, continuous weed growth (uncontrolled), metribuzin at 1.5 kg a.i ha⁻¹, oxyfluorfen at 1.5 kg a.i ha⁻¹, metribuzin at 1 kg a.i ha⁻¹ + oxyfluorfen at 1 kg a.i ha⁻¹, metribuzin at 0.75 kg b.a ha⁻¹ + oxyfluorfen at 0.75 kg a.i ha⁻¹, and metribuzin at 0.5 kg a.i ha⁻¹ + oxyfluorfen at 0.5 kg a.i ha⁻¹. The observed variables included weed coverage percentage, number of weed individuals, weed species, and weed dry weight, observed at 2, 4, 6 and 8 weeks after planting. The application of metribuzin and oxyfluorfen herbicides affected weed species, the number of weed individuals, and weed dry weight. The combination of metribuzin and oxyfluorfen at a dose of 0,5 kg a.i ha⁻¹ + 0,5 kg a.i ha⁻¹ effectively reduced weed species, the number of individuals, and weed dry weight in soybean crops.



    SERVICES DESK