Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
MELVIA WIRANDA, POLITIK DINASTI DALAM PEMILIHAN KEPALA DESA APHA LABUHAN HAJI ACEH SELATAN. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala,2025

Abstrak di indonesia, politik dinasti telah dikenal semenjak zaman kerajaan turun-temurun, orde lama, orde baru, serta terus berlanjut hingga era reformasi. jenis tindakan politik yang dilakukan oleh sekelompok orang yang pada umumnya dapat diandalkan dalam hubungan mereka satu sama lain. gampong/ desa gampong atau desa yang terletak di kecamatan labuhanhaji, kabupaten aceh selatan. zulfikar merupakan pemegang jabatan menjadi kepala desa/keuchik dari tahun 2011 hingga 2015, selama kurang lebih 5 tahun. lalu jabatan ketua desa/keuchik digantikan oleh keponakannya yang bernama zulkifli, di periode 2016 sampai sekarang. tujuan penulisan skripsi ini ialah menjelaskan faktor-faktor yang mengakibatkan terjadinya politik dinasti dan menjelaskan dampaknya berasal pada politik dinasti. teori yang digunakan penulis ialah teori politik dinasti. metode penelitian yang digunakan penulis ialah metode penelitian kualitatif menggunakan pendekatan deskriptif, digunakan untuk wawancara dari atas ke bawah sehingga penelitian kualitatif diketahui secara mendalam. hasil penelitian menunjukkan adanya faktor sistem keluarga yang bertenaga serta jabatan bisa diwariskan, adanya modal ekonomi yang cukup memungkinkan keluarga buat menyelenggarakan kampanye dan memberikan bantuan. adanya ketergantungan terhadap pemimpin lama, meskipun masyarakat telah bergantung kepada pemimpin lama, sehingga sulit menerima calon baru. dampaknya adalah menguatnya kekuasaan keluarga tertentu, sehingga mempersulit akses serta kesempatan bagi masyarakat lain. ikatan antara pemimpin dan masyarakat semakin kuat karena sudah dikenal sejak lama, yang dapat menyebabkan kurangnya kesadaran akan kualitas pemimpin tersebut. terjadi penyalahgunaan kekuasaan, dengan keputusan yang lebih menguntungkan keluarga dari pada masyarakat secara keseluruhan. kata kunci: politik dinasti, pemilihan kepala desa, sistem keluarga, modal ekonomi, dan penyalahgunaan kekuasaan.



Abstract

ABSTRACT In Indonesia, dynasty politics has been known since the era of hereditary kingdoms, the old order, the new order, and continues until the reform era. Dynasty politics is a political power exercised by a group of people who are still bound by family ties. Apha Village/Gampong is a village/gampong located in Labuhanhaji District, South Aceh Regency. Zulfikar was the holder of the position of village head/keuchik from 2011 to 2015, for approximately 5 years. Then the position of village head/keuchik was replaced by his nephew named Zulkifli, in the period 2016 to the present. The purpose of writing this thesis is to explain the factors that cause dynasty politics and explain its impacts originating from dynasty politics. The theory used by the author is the theory of dynasty politics. The research method used by the author is a qualitative research method using a descriptive approach, used for top-down interviews so that qualitative research is known in depth. The results of the study indicate the existence of a strong family system factor and positions can be inherited, the existence of sufficient economic capital allows families to organize campaigns and provide assistance. There is a dependency on the old leader, even though the community has depended on the old leader, making it difficult to accept new candidates. The impact is the strengthening of the power of certain families, making it difficult for other communities to gain access and opportunities. The bond between the leader and the community is getting stronger because it has been known for a long time, which can lead to a lack of awareness of the quality of the leader. There is abuse of power, with decisions that benefit the family more than the community as a whole. Keywords: Dynasty Politics, Village Head Election, Family System, Economic Capital, and Abuse of Power.



    SERVICES DESK