Analisis usahatani kakao rakyat pada berbagai pola tanam tumpang sari di kecamatan geulumpang tiga kabupaten pidie oleh dahlia / agribisnis unsyiah abstrak salah satu cara meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat yang utamanya berada di dalam lahan kering adalah dengan pola tanam tumpang sari. tumpang sari menjamin berhasilnya penanaman menghadapi iklim yang tidak menentu, serangan hama dan penyakit, serta fluktuasi harga. tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pendapatan petani dan produktivitas lahan kakao di berbagai pola tanam tumpang sari pada usahatani kakao di kecematan geulumpang tiga. penelitian dilakukan dengan metode survei/wawancara menggunakan kuesioner. wawacara dilakukan di kecamatan geulumpang tiga dengan jumlah sampel sebanyak 52 responden yang ditentukan secara proportioned stratified random sampling. untuk mendapatkan tujuan yang diinginkan maka indikator analisis yang digunakan yaitu analisis kontribusi penerimaan, analisis pendapatan usahatani dan kelayakan usahatani dengan indikator r/c ratio. berdasarkan hasil analisis didapat bahwa pendapatan petani yang paling banyak terdapat pada pola tanam v yaitu sebesar rp 9.508.511 per hektar per tahun. sedangkan produktivitas lahan kakao paling banyak terdapat pada pola tanam v yaitu sebesar 427 kg/ha/tahun. kata kunci: pendapatan, tumpang sari, kakao
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS USAHATANI KAKAO RAKYAT PADA BERBAGAI POLA TANAM TUMPANG SARI DI KECAMATAN GEULUMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2015
Baca Juga : ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI KAKAO DI KECAMATAN GLUMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE (Reza rizki, 2013)