Masjid diyakini tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan karakter anak sejak dini. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi masjid darul falah dalam menciptakan program masjid ramah anak menggunakan kerangka teori difusi inovasi rogers. pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk memahami fenomena secara holistik melalui kata-kata dan konteks alami. teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipasi, wawancara mendalam dengan 9 informan kunci, dan studi dokumentasi. analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan secara berkesinambungan. hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi berperan penting dalam menyebarluaskan inovasi masjid ramah anak melalui berbagai saluran seperti rapat warga, khutbah, pamflet, dan whatsapp. komunikasi juga memperkuat sistem sosial melalui musyawarah dan partisipasi kolektif dalam pelaksanaan program tpa serta penyediaan fasilitas anak. keberhasilan program didukung oleh komunikasi yang adaptif terhadap budaya lokal dan berulang secara konsisten, sehingga membangun kepercayaan dan komitmen masyarakat menjadikan masjid sebagai ruang aman dan edukatif bagi anak-anak. kata kunci: strategi komunikasi difusi inovasi, masjid ramah anak
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
STRATEGI KOMUNIKASI MASJID DARUL FALAH DALAM MENCIPTAKAN PROGRAM MASJID DARUL FALAH. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala,2025
Baca Juga : PEMETAAN RISIKO KOROSI BETON BERTULANG PADA MASJID DARUL FALAH GAMPONG PINEUNG – BANDA ACEH (Mohd. Kautsar, 2019)
Abstract
The mosque is believed to serve not only as a place of worship but also as a center for early childhood character development. This study aims to analyze the communication strategy of Darul Falah Mosque in creating a child-friendly mosque program using Rogers’ Diffusion of Innovation Theory. A descriptive qualitative approach was used to understand the phenomenon holistically through natural contexts and narratives. Data collection techniques included participatory observation, in-depth interviews with nine key informants, and document analysis. Data were analyzed through the stages of data reduction, data display, and continuous conclusion drawing. The findings indicate that communication plays a crucial role in disseminating the child-friendly mosque innovation through various channels such as community meetings, Friday sermons, pamphlets, and WhatsApp groups. Communication also strengthens the social system through deliberation and collective participation in the implementation of TPA (Qur'anic Education for Children) programs and the provision of child-friendly facilities. The success of the program is supported by communication that is adaptive to local culture and consistently repeated, thereby building community trust and long-term commitment to making the mosque a safe, comfortable, and educational space for children. Keywords: Communication Strategy, Diffusion of Innovation, Child-Friendly Mosque
Baca Juga : PERAN PENGELOLAAN KEUANGAN DALAM MEWUJUDKAN KEMAKMURAN MASJID (STUDI KASUS PADA MASJID DI KOTA BANDA ACEH) (SARAH NUR JULANA, 2021)