Penelitian dilakukan di sepanjang lima lintasan menggunakan instrumen gpr ids yang beroperasi pada frekuensi 80 mhz. data radargram dianalisis secara visual dan dikonversi ke kedalaman berdasarkan estimasi kecepatan gelombang elektromagnetik. nilai kecepatan gelombang (0,05–0,07 m/ns) dan permitivitas relatif (Ɛr) yang digunakan mengacu pada tabel reynolds (1997). hasil interpretasi menunjukkan pola refleksi paralel dan bergelombang, yang menunjukkan variasi stratifikasi material tanah dari permukaan hingga kedalaman sekitar ±7 meter. lapisan bawah tanah terbagi menjadi tiga zona utama: lapisan tanah atas berlanau, lapisan transisi lanau-lempung, dan lapisan pasir jenuh air. karakteristik ini menunjukkan kapasitas retensi air yang tinggi dan struktur tanah yang mendukung perkembangan akar. berdasarkan temuan ini, lahan di wilayah penelitian diklasifikasikan sebagai lahan yang sesuai untuk pertanian musiman seperti padi, palawija, dan tanaman pangan. metode gpr telah terbukti efektif dalam mengidentifikasi struktur bawah permukaan secara nondestruktif dan dapat digunakan sebagai referensi untuk evaluasi lahan pertanian.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
IDENTIFIKASI PERLAPISAN BAWAHRNPERMUKAAN UNTUK POTENSI LAHANRNPERTANIAN MENGGUNAKAN METODERNGROUND PENETRATING RADAR (GPR) DI DESARNLAMGEU-EU ACEH BESAR. Banda Aceh Fakultas MIPA Fisika,2025
Baca Juga : IDENTIFIKASI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN TANAH LAHAN PERTANIAN DI KAWASAN LEMBAH SEULAWAH MENGGUNAKAN METODE GROUND PENETRATING RADAR (GPR) (Dian Mutiara Putri, 2024)
Abstract
The research was conducted along five tracks using a GPR IDS instrument operating at a frequency of 80 MHz. Radargram data were visually analyzed and converted to depth based on estimated electromagnetic wave velocity. The wave velocity values (0.05–0.07 m/ns) and relative permittivity (Ɛr) used refer to Reynolds' Table (1997). The interpretation results show parallel and wavy reflection patterns, indicating variations in soil material stratification from the surface down to a depth of approximately ±7 meters. The subsurface is divided into three main zones: silty topsoil, a silt–clay transition layer, and a water-saturated sand layer. These characteristics indicate a high water retention capacity and soil structure that supports root development. Based on these findings, the land in the research area is classified as suitable for seasonal agriculture such as rice, secondary crops, and field crops. The GPR method has proven effective in non-destructively identifying subsurface structures and can be used as a reference for agricultural land evaluation.
Baca Juga : INVESTIGASI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN DANGKAL BERDASARKAN METODE GROUND PENETRATING RADAR (GPR) DI IE SEUUM, KABUPATEN ACEH BESAR (raihan sawitri, 2026)