Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
HABIB RIZIQ ALWI, ANALISIS MODALITAS DALAM KEMENANGAN PASANGAN SAFWANDI-MUSLEM PADA PILKADA 2024 DI KABUPATEN ACEH JAYA. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala,2025

Pemilihan kepala daerah yang dimana di dalamnya terdapat kompetisi antar aktor untuk mendapatkan posisi sebagai kepala daerah. pertarungan untuk mencapai posisi tersebut berkaitan erat dengan kepemilikan modal oleh setiap kandidat, semakin besar akumulasi yang dimiliki oleh pasangan calon maka semakin besar pula peluang kemenangan yang akan didapatkan. dominasi kuat pasangan safwandi-muslem dalam pertarungan politiknya menarik untuk didalami lebih jauh dalam konteks akumulasi modal yang mereka punya sebagai kunci kemenangannya. tujuan penelitian ini mengkaji tentang modalitas pasangan safwandi-muslem dalam meraih kemenangan pada pilkada kabupaten aceh jaya pada tahun 2024. pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang memungkinkan penggalian data secara mendalam dan komprehensif. untuk mengumpulkan data yang diperlukan, penelitian ini menerapkan tiga teknik pengumpulan data utama, yaitu observasi lapangan, wawancara terstruktur, dan studi dokumentasi. teori yang digunakan yaitu teori modalitas yang dikemukakan oleh pierre bourdieu yaitu terdapat empat modalitas yaitu: modalitas sosial, modalitas ekonomi, modalitas budaya, dan modalitas simbolik. hasil penelitian menunjukan modal sosial safwandi berupa kedekatan hubungan dngan masyarakat yang berkelanjutan. modal ekonomi yang dimiliki berasal dari dana pribadi maupun relawan dan dukungan dari partai pengusung. modal simbolik safwandi yaitu berupa popularitas yang dimiliki serta dukungan dari partai ach yang memiliki daya tarik bagi masyarakat. modal budaya yang dimiliki yaitu latar belakang keluarga yang merupakan kombatan gam. dengan demikian penelitan ini menyimpulkan bahwa dalam konteks politik lokal indonesia, terutama di daerah dengan nilai tradisional yang kuat, modal budaya dan sosial dapat memiliki kekuatan yang dominan kata kunci: modalitas, pasangan safawndi-muslem, pilkada



Abstract

Regional head elections involve competition among actors to obtain positions as regional leaders. The struggle to achieve such positions is closely related to the capital ownership of each candidate. The greater the accumulation possessed by candidate pairs, the greater the chances of victory they will obtain. The strong dominance of the Safwandi-Muslem pair in their political struggle is interesting to examine further in the context of capital accumulation they possess as the key to their victory. The purpose of this research is to examine the modalities of the Safwandi-Muslem pair in achieving victory in the Aceh Jaya Regency Regional Election in 2024. The research approach used is a qualitative method that enables in-depth and comprehensive data exploration. To collect the necessary data, this research applies three main data collection techniques: field observation, structured interviews, and documentation study. The theory used is the modality theory proposed by Pierre Bourdieu, which consists of four modalities: social modality, economic modality, cultural modality, and symbolic modality. The research results show that Safwandi's social capital consists of continuous close relationships with the community. The economic capital possessed comes from personal funds as well as volunteers and support from sponsoring parties. Safwandi's symbolic capital consists of the popularity he possesses and support from the Aceh Party which has appeal to the community. The cultural capital possessed is the family background as GAM combatants. Thus, this research concludes that in the context of Indonesian local politics, especially in areas with strong traditional values, cultural and social capital can have dominant power. Keywords: Modalities, Safwandi-Muslem Pair, Regional Election.



    SERVICES DESK