Abstrak pelayanan publik dan pengembangan infrastruktur pariwisata merupakan aspek krusial dalam meningkatkan daya saing pariwisata suatu daerah. di kota banda aceh, meskipun pembangunan sektor pariwisata terus didorong, masih terdapat berbagai kendala yang menghambat optimalisasi pelayanan publik dan infrastruktur pariwisata. akses jalan menuju lokasi wisata tugu 0 kilometer rusak dan tergenang air, fasilitas di beberapa tempat wisata yang mengalami kerusakan, sampah yang berserakan di pantai-pantai populer juga menjadi masalah karena kurangnya kesadaran masyarakat menjaga kebersihan, dan keterbatasan sumber daya membuat pelayanan publik dan pengelolaan infrastruktur pariwisata belum optimal. penelitian ini bertujuan untuk mengkaji optimalisasi pelayanan publik dan infrastruktur pariwisata serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambatnya. landasan teori yang digunakan adalah teori reinventing government dari osborne dan gaebler, yang menekankan pentingnya reformasi birokrasi untuk meningkatkan efisiensi dan responsivitas pelayanan publik. metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan publik dan pengembangan infrastruktur pariwisata di kota banda aceh telah mengalami kemajuan, namun masih terdapat hambatan seperti keterbatasan sumber daya, koordinasi antar sektor yang kurang optimal, serta faktor budaya lokal yang memengaruhi pelaksanaan pelayanan. temuan ini memberikan rekomendasi penting bagi pemerintah daerah untuk terus melakukan inovasi dan perbaikan dalam pelayanan publik guna mendukung pengembangan pariwisata yang berkelanjutan di kota banda aceh. kata kunci: optimalisasi pelayanan, infrastruktur pariwisata, pembangunan pariwisata.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
OPTIMALISASI PELAYANAN PUBLIK DAN INFRASTRUKTUR PARIWISATA DI KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala,2025
Baca Juga : KORELASI INFRASTRUKTUR TERHADAP KUNJUNGAN PARIWISATA PROVINSI ACEH (Farah Raudah, 2018)
Abstract
ABSTRACT Public services and the development of tourism infrastructure are crucial aspects in enhancing the competitiveness of a region’s tourism sector. In Banda Aceh City, although the tourism sector development continues to be promoted, there are still various obstacles that hinder the optimization of public services and tourism infrastructure. The access road to the 0 Kilometer Monument tourist site is damaged and flooded, facilities at several tourist spots are deteriorating, litter scattered on popular beaches due to low public awareness of cleanliness, and limited resources have caused public services and tourism infrastructure management to be less than optimal. This study aims to examine the optimization of public services and tourism infrastructure as well as to identify the inhibiting factors. The theoretical framework used is Osborne and Gaebler’s Reinventing Government theory, which emphasizes the importance of bureaucratic reform to improve the efficiency and responsiveness of public services. The research method employed is qualitative descriptive, with data collected through in-depth interviews, direct observation, and documentation. The results show that public services and tourism infrastructure development in Banda Aceh City have made progress; however, challenges remain, such as limited resources, suboptimal inter-sectoral coordination, and local cultural factors affecting service implementation. These findings provide important recommendations for the regional government to continue innovating and improving public services to support sustainable tourism development in Banda Aceh City. Keywords: Service Optimization, Tourism Infrastructure, Tourism Development.