Bit mengandung zat besi dan serat pangan yang dapat mencegah anemia dan penyakit jantung, mengurangi obesitas, serta menurunkan risiko penyakit diabetes melitus. bit diolah menjadi tepung sebagai pensubstitusi tepung terigu dapat mengurangi ketergantungan terhadap tepung terigu sekaligus memberikan pewarna alami. bakpao merupakan salah satu makanan selingan yang mudah dikonsumsi dan disukai semua kalangan umur. penelitian ini. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan pasta umbi bit merah dan lama fermentasi terhadap kadar air, daya kembang dan organoleptik bakpao. penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap (ral) faktorial dengan 2 faktor yaitu penambahan pasta umbi bit merah (p) (15 %, 30 % dan 45 % ) dan lama fermentasi (l) (30 menit, 60 menit dan 90 menit) dengan tiga kali ulangan. analisis yang dilakukan pada bakpao meliputi kadar air, daya kembang dan uji organoleptik. penelitian ini menghasilkan bakpao dengan perlakuan terbaik diperoleh pada konsentrasi pasta umbi bit merah 15% (p1) dan lama fermentasi 60 menit (l2) dengan kadar air 31,74%, daya kembang 66,67%, uji hedonik warna 3,04 (netral), aroma 3,29 (netral), rasa 4,04 (suka) dan tekstur 3,29 (netral). kata kunci: bakpao, bit, fermentasi
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH PENAMBAHAN PASTA UMBI BIT MERAH (BETA VULGARIS L.) DAN LAMA FERMENTASI TERHADAP KADAR AIR, DAYA KEMBANG DAN ORGANOLEPTIK BAKPAO.. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2025
Baca Juga : PENGARUH PENAMBAHAN KOMBINASI SARI BUAH TERONG BELANDA (CYPHOMANDRA BETACEA SENDT)DAN BIT (BETA VULGARIS) SERTA LAMA FERMENTASI TERHADAP PEMBUATAN FRUIT YOGHURT (CUT FONNA GATA AULIA, 2016)
Abstract
Beetroot contains iron and dietary fiber, which can prevent anemia and heart disease, reduce obesity, and lower the risk of diabetes mellitus. Processing beetroot into flour as a substitute for wheat flour can reduce dependence on wheat flour and provide natural coloring. Bakpao (steamed buns) is a snack that is easy to consume and enjoyed by all ages. This study aimed to determine the effect of adding red beetroot paste and fermentation time on the water content, rise power, and organoleptic properties of bakpao. This study used a factorial Completely Randomized Design (CRD) with two factors: the addition of red beetroot paste (P) (15%, 30%, and 45%) and the fermentation time (L) (30 minutes, 60 minutes, and 90 minutes), with three replications. The bakpao was analyzed for water content, rise power, and organoleptic properties. This study produced the best bakpao with a 15% beetroot paste concentration (P1) and a 60-minute fermentation time (L2), with a water content of 31.74%, a rise rate of 66.67%, and a hedonic score of 3.04 (neutral) in color, 3.29 (neutral) in aroma, 4.04 (liked) in taste, and 3.29 (neutral) in texture. Keywords: Bakpao, beetroot, fermentation
Baca Juga : ANALISIS KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK TERHADAP PRODUK CANNOLI DENGAN PENAMBAHAN FILLING PASTA KACANG MERAH (PHASEOLUS VULGARIS L) (DEVI HUMAIRA, 2021)