Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Syafa Nabila, EKSTRAKSI LIGNIN DARI SABUT KELAPARN(COCOS NUCIFERA L.) DENGAN METODE KLASON SERTA UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN ANTIBAKTERI. Banda Aceh Fakultas mipa,2025

Lignin merupakan salah satu komponen utama dinding sel tanaman yang memiliki potensi sebagai senyawa antioksidan dan antibakteri. penelitian ini bertujuan untuk mengekstraksi lignin dari sabut kelapa (cocos nucifera l.) menggunakan metode klason serta membandingkan karakteristik gugus fungsinya dengan lignin komersial berdasarkan analisis spektroskopi ftir. selain itu, dilakukan pula pengujian aktivitas antioksidan dan antibakterinya. ekstraksi dilakukan dengan asam sulfat 72% dan hasil lignin dikarakterisasi menggunakan ftir. kandungan total fenolik (tpc) dan flavonoid total (tfc) dianalisis menggunakan metode folin–ciocalteu dan kompleksasi alcl₃, sedangkan aktivitas antioksidan diuji dengan metode dpph dan nilai ic₅₀ ditentukan berdasarkan kurva regresi. aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi cakram terhadap staphylococcus aureus dan escherichia coli. hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen lignin sebesar 52% dengan karakteristik gugus fungsi khas lignin. kandungan total fenolik sebesar 481,7 mg gae/g dan flavonoid total sebesar 9,286 mg qe/g. aktivitas antioksidan lignin tergolong lemah dengan nilai ic₅₀ sebesar 324 ppm. uji antibakteri menunjukkan bahwa lignin tidak memberikan efek penghambatan yang signifikan, dengan diameter zona hambat ≤7,4 mm, sehingga termasuk dalam kategori resisten. penelitian ini menunjukkan bahwa lignin dari sabut kelapa memiliki potensi sebagai antioksidan ringan, namun belum efektif sebagai antibakteri. kata kunci: lignin, sabut kelapa, spektroskopi ftir, antioksidan, antibakteri, klason.



Abstract

Lignin is one of the major components of plant cell walls and has potential as an antioxidant and antibacterial compound. This study aimed to extract lignin from coconut husk (Cocos nucifera L.) using the Klason method and compare its functional group characteristics with commercial lignin using FTIR spectroscopy. In addition, the antioxidant and antibacterial activities were evaluated. Extraction was performed using 72% sulfuric acid, and the resulting lignin was characterized by FTIR spectroscopy. Total phenolic content (TPC) and total flavonoid content (TFC) were determined using the Folin–Ciocalteu and AlCl₃ complexation methods, respectively. Antioxidant activity was evaluated using the DPPH method and IC₅₀ value was calculated via regression analysis. Antibacterial activity was tested using the disc diffusion method against Staphylococcus aureus and Escherichia coli. The lignin yield obtained was 52% with FTIR spectra showing functional groups typical of lignin. The TPC and TFC were 481.7 mg GAE/g and 9.286 mg QE/g, respectively. Antioxidant activity was weak with an IC₅₀ value of 324 ppm. Antibacterial tests showed no significant inhibition zones, with diameters ≤7.4 mm, indicating resistance. These findings suggest that coconut husk- derived lignin has mild antioxidant activity but limited antibacterial effectiveness. Keywords: Lignin, coconut husk, FTIR spectroscopy, antioxidant, antibacterial, Klason.



    SERVICES DESK