Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan kelembagaan lokal keujreun blang dalam meningkatkan produksi usahatani padi sawah di blang lumpang, desa cut reubee, kecamatan delima, kabupaten pidie. metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. responden dalam penelitian ini adalah 36 orang yang terdiri dari pengurus dan anggota kelembagaan keujreun blang. hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan keujreun blang tergolong dalam kategori “berperan” dengan persentase skor 84,4%. keujreun blang berperan dalam memberikan informasi, penyediaan fasilitas adat, perencanaan kegiatan kelompok, penerapan teknologi panca usahatani, serta kerja sama dengan lembaga terkait. hambatan yang dihadapi antara lain kecilnya skala usaha tani, keterbatasan modal, lemahnya penyuluhan dan teknologi. kesimpulannya, kelembagaan keujreun blang masih relevan dan berpengaruh dalam mendukung peningkatan produksi padi sawah di daerah penelitian. kata kunci: keujreun blang, kelembagaan lokal, produksi padi, usahatani
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERANAN KELEMBAGAAN LOKAL KEUJREUN BLANG DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI USAHATANI PADI SAWAH DI BLANG LUMPANG DESA CUT REUBEE KECAMATAN DELIMA KABUPATEN PIDIE. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2025
Baca Juga : ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI PADI DI KECAMATAN DELIMA KABUPATEN PIDIE (Julia, 2020)
Abstract
This study aims to examine the role of the local institution Keujreun Blang in increasing rice farming production in Blang Lumpang, Cut Reubee Village, Delima District, Pidie Regency. The method used is descriptive quantitative, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The respondents consisted of 36 individuals, including administrators and members of the Keujreun Blang institution. The findings show that Keujreun Blang plays a “significant” role, with a total score percentage of 84.4%. Its roles include providing information, facilitating traditional infrastructure, planning group activities, applying integrated farming technology, and collaborating with related agencies. Challenges faced include the small scale of farming, limited capital, weak extension services, and low technological adoption. In conclusion, Keujreun Blang remains relevant and influential in supporting rice production in the research area. Keywords: Keujreun Blang, local institution, rice production, farming
Baca Juga : EKSISTENSI KEUJRUEN BLANG DALAM PENGELOLAAN AIR IRIGASI PERSAWAHAN DI GAMPONG BLANG PATEUK KECAMATAN SEUNAGAN KABUPATEN NAGAN RAYA (Arief Rahman Hakim, 2017)