Abstrak respon struktur bangunan tinggi terhadap bahaya gempa bumi di wilayah banda aceh, seperti menara masjid, sangat dipengaruhi oleh frekuensi natural dan karakteristik resonansinya. penelitian ini berfokus pada investigasi frekuensi natural dan tingkat resonansi menara masjid raya baiturrahman untuk menilai kerentanan seismiknya. analisis dilakukan menggunakan pengukuran mikrotremor yang merekam getaran natural di setiap lantai bangunan dan lahan terbuka di sekitar struktur. data diolah menggunakan metode horizontal to vertical spectral ratio (hvsr) untuk mendapatkan nilai frekuensi natural di basement, serta floor spectral ratio (fsr) dan random decrement method (rdm) untuk mendapatkan nilai frekuensi natural dan rasio redaman di setiap lantai. berdasarkan analisis mikrotremor, frekuensi natural menara masjid raya baiturrahman berkisar 1.16– 8.8 hz, dengan nilai frekuensi tertinggi pada lantai bawah dan menurun seiring ketinggian menara. korelasi ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi menara, frekuensi naturalnya semakin rendah, sehingga lebih rentan mengalami resonansi terhadap gelombang gempa bumi berfrekuensi rendah. lantai 3 dan 4 menara menunjukkan tingkat resonansi tinggi (sekitar 11-12%) dan indeks kerentanan yang signifikan (112-208), menandakan risiko kerusakan yang tinggi pada bagian atas menara akibat kombinasi redaman rendah dan amplifikasi tinggi. hasil penelitian ini memiliki implikasi yang signifikan terhadap desain menara masjid yang lebih tinggi di masa depan, serta strategi mitigasi gempa yang efektif. kata kunci: frekuensi natural, resonansi, mikrotremor, masjid, bangunan, fsr.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
INVESTIGASI FREKUENSI NATURAL DAN RESONANSI MENARA MASJID RAYA BAITURAHMAN BERDASARKAN ANALISIS MIKROTREMOR. Banda Aceh ,2025
Baca Juga : IDENTIFIKASI FREKUENSI NATURAL DAN DAMPING RATIO DENGAN MENGGUNAKAN MIKROMETER PADA GEDUNG EVAKUASI BENCANA DESA ULEE LHEUE DAN DESA ALUE DEAH TEUNGOH (TEUKU NANTA SETIA, 2018)
Abstract
ABSTRAK Respon struktur bangunan tinggi terhadap bahaya gempa bumi di wilayah Banda Aceh, seperti menara masjid, sangat dipengaruhi oleh frekuensi natural dan karakteristik resonansinya. Penelitian ini berfokus pada investigasi frekuensi natural dan tingkat resonansi menara Masjid Raya Baiturrahman untuk menilai kerentanan seismiknya. Analisis dilakukan menggunakan pengukuran mikrotremor yang merekam getaran natural di setiap lantai bangunan dan lahan terbuka di sekitar struktur. Data diolah menggunakan metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) untuk mendapatkan nilai frekuensi natural di basement, serta Floor Spectral Ratio (FSR) dan Random Decrement Method (RDM) untuk mendapatkan nilai frekuensi natural dan rasio redaman di setiap lantai. Berdasarkan analisis mikrotremor, frekuensi natural menara Masjid Raya Baiturrahman berkisar 1.16– 8.8 Hz, dengan nilai frekuensi tertinggi pada lantai bawah dan menurun seiring ketinggian menara. Korelasi ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi menara, frekuensi naturalnya semakin rendah, sehingga lebih rentan mengalami resonansi terhadap gelombang gempa bumi berfrekuensi rendah. Lantai 3 dan 4 menara menunjukkan tingkat resonansi tinggi (sekitar 11-12%) dan indeks kerentanan yang signifikan (112-208), menandakan risiko kerusakan yang tinggi pada bagian atas menara akibat kombinasi redaman rendah dan amplifikasi tinggi. Hasil penelitian ini memiliki implikasi yang signifikan terhadap desain menara masjid yang lebih tinggi di masa depan, serta strategi mitigasi gempa yang efektif. Kata kunci: frekuensi natural, resonansi, mikrotremor, masjid, bangunan, FSR.
Baca Juga : ANALISIS KERENTANAN SEISMIK BERDASARKAN DATA MIKROTREMOR DI KECAMATAN MESJID RAYA, ACEH BESAR (Yuni Putri Tarniati, 2021)