Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES
Afryanti Veronika Simangunsong, KAJIAN RISIKO TSUNAMI BERDASARKAN PEMODELAN NUMERIK DENGAN MENGGUNAKAN TUTUPAN LAHAN TAHUN 2024 DI WILAYAH LHOKNGA, ACEH BESAR. Banda Aceh Fakultas Pasca Sarjana,2025

Abstrak wilayah pesisir kecamatan lhoknga, kabupaten aceh besar merupakan daerah yang memiliki tingkat risiko tinggi terhadap ancaman tsunami, terutama mengingat peristiwa tsunami tahun 2004 yang memberikan dampak signifikan terhadap wilayah ini. penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat risiko tsunami melalui pendekatan spasial berbasis pemodelan numerik dengan mempertimbangkan kondisi tutupan lahan saat ini. analisis dilakukan terhadap tiga komponen utama: bahaya, kerentanan, dan kapasitas. hasil pemodelan numerik menunjukkan bahwa ketinggian genangan tsunami di atas 3 meter mencakup hampir seluruh wilayah kecamatan lhoknga. dari 28 gampong yang ada, sebanyak 10 gampong berada di zona merah pada peta (kategori bahaya tinggi). analisis kerentanan menunjukkan gampong seperti lamkruet dan weuraya memiliki tingkat kerentanan tinggi dengan nilai indeks 0.7032, terutama pada aspek fisik dan sosial. indeks kapasitas di sebagian besar gampong tergolong rendah, menunjukkan masih lemahnya kesiapsiagaan masyarakat. kombinasi antara bahaya tinggi, kerentanan tinggi, dan kapasitas rendah menyebabkan seluruh gampong memiliki nilai indeks risiko di atas 0.6, yang termasuk dalam kategori tinggi. selain itu, hasil analisis menunjukkan bahwa jenis tutupan lahan turut memengaruhi tingkat risiko tsunami. daerah dengan tutupan lahan berupa permukiman padat dan lahan terbuka menunjukkan tingkat risiko lebih tinggi dibandingkan kawasan berhutan atau vegetasi rapat yang berfungsi sebagai zona penyangga. oleh karena itu, informasi ini penting untuk mendukung perencanaan mitigasi berbasis tata ruang dan perlindungan ekosistem pesisir. kata kunci: bahaya, kerentanan, kapasitas, risiko



Abstract

ABSTRACT The coastal area of Lhoknga Subdistrict, Aceh Besar Regency, is considered a highrisk zone for tsunamis, especially due to the significant impact of the 2004 tsunami. This study aims to assess tsunami risk using a spatial approach based on numerical modeling, while considering the current land cover conditions. The analysis focuses on three main components: hazard, vulnerability, and capacity. The modeling results show that tsunami inundation higher than 3 meters covers almost the entire area of Lhoknga Subdistrict. Out of 28 gampong (villages), 10 are located in the red zone (high hazard category) on the hazard map. Vulnerability analysis shows that villages such as Lamkruet and Weuraya have high vulnerability levels, with an index value of 0.7032, especially in terms of physical and social aspects. Most villages also have low capacity levels, showing a lack of community preparedness. The combination of high hazard, high vulnerability, and low capacity causes all the villages in the red zone to have a risk index above 0.6, which is classified as high risk. In addition, the type of land cover also affects the tsunami risk level. Areas with dense settlements and open land tend to have higher risk than areas with forests or dense vegetation, which can act as natural buffers. These findings are important to support disaster mitigation planning, especially those related to spatial planning and coastal ecosystem protection. Keywords: hazard, vulnerability, capacity, risk



    SERVICES DESK