Kematian balita masih menjadi masalah kesehatan yang serius, terutama di indonesia. kematian bayi berusia di bawah lima tahun (balita) di indonesia mencapai 28.158 jiwa pada tahun 2020. tingginya angka kematian ini disebabkan oleh kurangnya kesadaran para orang tua dalam memeriksakan kesehatan balita secara rutin ke klinik atau puskesmas sehingga pertumbuhan sang balita tidak terpantau dengan baik. selain itu, sejumlah masyarakat juga ada yang berdomisili jauh dari pusat-pusat kesehatan sehingga sulit melakukan pemeriksaan kesehatan balita mereka secara reguler. narasi ini menekankan pentingnya mengatasi masalah kesehatan balita dengan memperkenalkan prototipe yang bertujuan untuk memantau vital sign pada balita secara komprehensif seperti tinggi badan, suhu tubuh dan detak jantung menggunakan sensor ultrasonik hc-sr04, sensor ds18b20 dan sensor pulse heart rate dengan mikrokontroler arduino uno sebagai pusat kendali. berdasarkan pengujian terhadap sepuluh subjek berusia 1–5 tahun, prototipe menunjukkan tingkat akurasi yang tinggi, dengan persentase kesalahan seluruh parameter di bawah 5%. pengujian implementasi membuktikan bahwa alat ini dapat memberikan informasi kondisi normal maupun tidak normal berdasarkan ambang batas indikator kesehatan balita. hasil ini membuktikan bahwa sistem yang dikembangkan layak digunakan untuk pemantauan kesehatan anak secara praktis, efisien, dan mandiri. kata kunci : kematian balita, pemantauan tanda vital, integrasi sensor
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
RANCANG BANGUN PROTOTIPE PEMANTAUAN KESEHATAN BALITA MELALUI DETEKSI VITAL SIGN SECARA DIGITAL DAN TERINTEGRASI. Banda Aceh Fakultas Teknik,2025
Baca Juga : MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK MELALUI BERMAIN RANCANG BANGUN BALOK DI PAUD IT AL-FATIH KOTA BANDA ACEH (Dewi Wahyuni, 2016)
Abstract
Under five mortality remains a serious health issue, particularly in Indonesia. In 2020, the number of deaths among children under five years old reached 28,158. This high mortality rate is attributed to the lack of parental awareness in regularly checking their children's health at clinics or community health centers, resulting in poor monitoring of child growth. Moreover, some families live far from healthcare facilities, making regular health check-ups difficult. This study highlights the importance of addressing child health issues by introducing a prototype designed to comprehensively monitor vital signs in toddlers, including height, body temperature, and heart rate, using an HC-SR04 ultrasonic sensor, DS18B20 temperature sensor, and pulse heart rate sensor, all controlled by an Arduino Uno microcontroller. Based on testing with ten subjects aged 1 to 5 years, the prototype demonstrated high accuracy, with all parameters showing an error percentage below 5%. The implementation tests confirmed that the device can provide information on whether a child’s condition is within the normal range or not, based on threshold indicators of child health. These findings demonstrate that the developed system is feasible for practical, efficient, and independent child health monitoring. Keywords: Child mortality, vital signs monitoring, sensor integration.
Baca Juga : SMART PORTABLE TB DETECTOR: DETEKSI DINI TUBERKULOSIS MELALUI HEMBUSAN NAPAS BERBASIS ARTIFICIAL INTELLIGENCE YANG TERINTEGRASI INTERNET OF THINGS (MUHAMMAD ALIF NAUFAL, 2024)