Penelitian ini dilatarbelakangi dengan melihat permasalahan yang terjadi di rutan kelas ii b sigli bahwa terdapat adanya laporan beberapa kasus yang berkaitan dengan mental dan rasa percaya diri yang terjadi pada narapidana seperti percobaan bunuh diri, rasa malu dan takut dikucilkan masyarakat. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi kelompok petugas lembaga pemasyarakatan pada saat menyampaikan pembinaan mental dan menumbuhkan rasa percaya diri narapidana di rutan kelas iib sigli. penelitian ini menggunakan teori pandangan interaksional untuk menganalisis bagaimana pola komunikasi kelompok yang dilakukan petugas pemasyarakatan dalam mendukung pembinaan mental dan menumbuhkan rasa percaya diri narapidana. penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif melalui teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, dan observasi. hasil penelitian ini membahas pola komunikasi yang digunakan petugas rutan sigli disaat memberikan pembinaan dalam mendukung pembinaan mental dan menumbuhkan rasa percaya diri narapidana melalui kegiatan sehari-hari. penelitian ini mengidentifikasi adanya permasalahan mental dan rasa kepercayaan diri narapidana yang disebabkan oleh stigma negatif masyarakat terhadap narapidana. untuk mengatasi masalah tersebut, petugas pemasyarakatan menggunakan pola komunikasi bintang dimana seluruh pihak yang terkait dapat berkomunikasi dengan siapa saja tanpa ada penghalang. pola komunikasi ini digunakan dalam proses pembinaan bertujuan agar pesan yang disampaikan petugas dapat tersampaikan langsung kepada narapidana tanpa adanya perantara serta petugas bisa melakukan komunikasi dengan narapidana secara langsung tanpa adanya gangguan dan begitupun narapidana, mereka dapat melakukan komunikasi dengan petugas baik itu menyangkut permasalahan yang mereka hadapi ketika berada dalam rutan sigli maupun terkait masalah pembinaan yang mereka tidak pahami. petugas pemasyarakatan mengutamakan pembinaan bidang kerohanian, pihak rutan melakukan berbagai cara dengan memberikan motivasi, nasihat-nasihat dan juga dukungan keluarga untuk dapat tercapainya pembinaan mental dan menumbuhkan rasa percaya diri kembali pada narapidana, dengan melibatkan konselor-konselor yang ahli dibidangnya kegiatan tausiyah/pidato, pengajian, jumat bersama, yasinan bersama yang wajib diikuti oleh semua petugas pembinaan dan narapidana.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
POLA KOMUNIKASI KELOMPOK PETUGAS LEMBAGA PEMASYARAKATAN DALAM MENYAMPAIKAN PEMBINAAN MENTAL DAN MENUMBUHKAN RASA PERCAYA DIRI NARAPIDANA DI RUTAN KELAS II B SIGLI. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala,2025
Baca Juga : PEMBINAAN TERHADAP NARAPIDANA PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA (SUATU PENELITIAN DI RUTAN KELAS IIB KOTA JANTHO) (Indria Namira Ibnu, 2022)
Abstract
This research is motivated by seeing the problems that occur in Sigli Class II B Detention Center that there are reports of several cases related to mental and self- confidence that occur in prisoners such as suicide attempts, shame and fear of being ostracized by the community. This study aims to determine how the group communication pattern of Correctional Institution officers when delivering mental coaching and fostering self-confidence of inmates in Sigli Class II B Detention Center. This research uses interactional view theory to analyze how group communication patterns carried out by correctional officers in supporting mental coaching and fostering inmates' self-confidence. This research uses descriptive qualitative research methods through data collection techniques by means of observation, interviews, and documentation. The results of this study discuss the communication patterns of correctional officers in supporting mental development and fostering self-confidence in prisoners through daily activities at Sigli Class IIB Detention Center. This study identifies the mental problems and self-confidence of prisoners caused by the negative stigma of society towards prisoners. To overcome this problem, correctional officers use a star communication pattern where all parties involved can communicate with anyone without any barriers. This communication pattern is used in the coaching process so that the message conveyed by the officer can be conveyed directly to the inmate without any intermediary and the officer can communicate with the inmate directly without any interference and as well as the inmate, they can communicate with the officer either regarding the problems they face while in Sigli Detention Center or related to coaching issues that they do not understand. Prison officers prioritize spiritual guidance, the detention center does various ways by providing motivation, advice and also family support to be able to achieve mental guidance and foster self- confidence again in prisoners. Such as involving counselors who are experts in their fields of tausiyah activities, recitation, Friday together, yasinan together which must be followed by all coaching officers and prisoners.
Baca Juga : PELAKSANAAN PEMBINAAN NARAPIDANA NARKOTIKA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB BIREUEN (Said Muammar Fithra, 2021)