penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas karang keras berdasarkan komposisi genus dan ukuran koloni di kawasan taman wisata alam laut (twal) kepulauan banyak, aceh singkil. pengambilan data dilakukan menggunakan metode transek sabuk sepanjang 50 m dengan lebar 1 m (0,5 m kiri dan kanan garis transek) pada 20 stasiun pengamatan. hasil identifikasi menunjukkan bahwa terdapat 41 genus karang keras yang ditemukan. genus porites merupakan genus yang paling mendominasi dengan kelimpahan sebesar 0,668 (kol/m²), diikuti oleh acropora dan montipora dengan kelimpahan masing-masing 0,073 (kol/m²) dan 0,036 (kol/m²). distribusi ukuran koloni didominasi oleh ukuran sedang, yaitu 10–20 cm dan 21–40 cm, yang menunjukkan komunitas karang berada dalam tahap regenerasi. ukuran koloni besar (>160 cm) ditemukan dalam jumlah terbatas dan hanya pada stasiun-stasiun tertentu. perbandingan spasial menunjukkan bahwa kawasan perlindungan memiliki kelimpahan dan jumlah koloni yang lebih tinggi dibanding kawasan padat penduduk. hal ini mengindikasikan bahwa upaya perlindungan mampu memberikan dampak positif terhadap keberlangsungan ekosistem terumbu karang. kata kunci: terumbu karang, kelimpahan, ukuran koloni, twal kepulauan banyak, konservasi laut
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
DISTRIBUSI SPASIAL UKURAN KOLONI KARANG DI TAMAN WISATA ALAM LAUT KEPULAUAN BANYAK, ACEH SINGKIL. Banda Aceh Fakultas Kelautan dan perikanan,2025
Baca Juga : KONDISI TERUMBU KARANG DI DALAM DAN SEKITAR KAWASAN TAMAN WISATA LAUT PULAU WEH SABANG (Rakhmat Dirgantara, 2022)
Abstract
This study aims to identify the structure of hard coral communities based on genus composition and colony size in the Marine Nature Tourism Park (TWAL) of the Banyak Islands, Aceh Singkil. Data collection was conducted using the belt transect method, with a length of 50 meters and a width of 1 meter (0.5 meters on each side of the transect line), across 20 observation stations. A total of 41 hard coral genera were identified. Porites was the most dominant genus with an abundance of 0.668 (col/m²), followed by Acropora and Montipora with respective abundances of 0.073 (col/m²) and 0.036 (col/m²). The colony size distribution was dominated by medium-sized colonies (10–20 cm and 21–40 cm), indicating that the coral community is in a regeneration phase. Large colonies (>160 cm) were rarely found and only appeared at certain stations. Spatial comparison showed that protected areas had higher colony abundance and density than densely populated areas. These findings suggest that protection efforts positively influence the sustainability of coral reef ecosystems. Keywords: coral reef, abundance, colony size, TWAL Banyak Islands, marine conservation.