Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
FARAS CAHYA DWI PUTRI ZERIANI, ANALISIS KESADARAN MASYARAKAT SETEMPAT TERHADAP PENTINGNYA KONSERVASI MANGROVE DI KECAMATAN BAITUSSALAM, ACEH BESAR. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2025

Ekosistem mangrove merupakan ekosistem pesisir yang memiliki fungsi ekologis dan sosial ekonomi yang sangat penting, seperti melindungi pesisir dari abrasi, menjadi habitat biota laut, menyerap karbon, serta menopang kehidupan masyarakat sekitar. namun demikian, ekosistem mangrove di kecamatan baitussalam, aceh besar, mengalami tekanan akibat alih fungsi lahan, penebangan liar, dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian mangrove. kecamatan ini juga merupakan wilayah yang rawan terhadap banjir rob, sehingga keberadaan mangrove menjadi semakin penting sebagai benteng alami pesisir. upaya pelestarian mangrove telah dilakukan sejak pasca-tsunami 2004, namun degradasi tetap terjadi karena lemahnya pengawasan dan persepsi keliru di kalangan masyarakat, seperti anggapan negatif terhadap keberadaan burung mangrove. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesadaran masyarakat setempat terhadap pentingnya konservasi mangrove dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. metode yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei melalui penyebaran kuesioner berskala likert terhadap 83 responden, menggunakan teknik stratified random sampling yang mewakili tiga gampong: baet, cadek, dan kajhu. berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa tingkat kesadaran masyarakat setempat terhadap pentingnya konservasi mangrove berada dalam kategori tinggi dengan indeks keseluruhan sebesar 73%. pengetahuan menjadi komponen dengan nilai tertinggi, diikuti oleh sikap dan perilaku. hal ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki pemahaman yang cukup baik mengenai manfaat mangrove, namun belum sepenuhnya terinternalisasi dalam tindakan nyata. faktor-faktor yang memengaruhi kesadaran masyarakat meliputi tingkat pendidikan, pengalaman langsung dalam rehabilitasi mangrove, serta dukungan kelembagaan seperti dari kelompok kerja mangrove aceh (kkma) dan dinas lingkungan hidup dan kehutanan aceh. masyarakat yang lebih terpapar informasi, berpendidikan lebih tinggi, dan memiliki pengalaman langsung cenderung menunjukkan kesadaran yang lebih baik. temuan ini mengindikasikan pentingnya pendekatan edukatif dan partisipatif dalam program konservasi, serta perlunya memperkuat kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga swadaya masyarakat agar pelestarian mangrove dapat berjalan secara berkelanjutan dan berdampak langsung bagi perlindungan pesisir serta kesejahteraan masyarakat.



Abstract

Mangrove ecosystems are coastal ecosystems that have very important ecological and socio-economic functions, such as protecting the coast from abrasion, providing habitat for marine life, absorbing carbon, and supporting the livelihoods of local communities. However, the mangrove ecosystem in Baitussalam District, Aceh Besar, is under pressure due to land conversion, illegal logging, and low public awareness of the importance of mangrove conservation. This subdistrict is also prone to tidal flooding, making mangroves even more important as a natural coastal barrier. Conservation efforts have been underway since the 2004 tsunami, but degradation continues due to weak oversight and misconceptions among the community, such as negative perceptions of mangrove birds. This study aims to determine the level of awareness among local communities regarding the importance of mangrove conservation and to identify the factors that influence it. The method used is a descriptive quantitative method with a survey approach through the distribution of a Likert scale questionnaire to 83 respondents, using stratified random sampling techniques representing three villages: Baet, Cadek, and Kajhu. Based on the research results, it was found that the level of awareness among local communities regarding the importance of mangrove conservation was in the high category, with an overall index of 73%. Knowledge was the component with the highest value, followed by attitude and behavior. This indicates that the community has a fairly good understanding of the benefits of mangroves, but this understanding has not yet been fully internalized into concrete actions. Factors influencing community awareness include educational level, direct experience in mangrove rehabilitation, and institutional support such as from the Aceh Mangrove Working Group (KKMA) and the Aceh Department of Environment and Forestry. Communities that are more exposed to information, have higher education levels, and have direct experience tend to show better awareness. These findings indicate the importance of educational and participatory approaches in conservation programs, as well as the need to strengthen collaboration between communities, government, and civil society organizations to ensure that mangrove conservation is sustainable and directly impacts coastal protection and community well-being.



    SERVICES DESK