Rantai pasok bahan baku pakan merupakan aspek krusial yang dalam hal ini sangat mempengaruhi produktivitas dan keberlanjutan usaha peternakan itik. tingkat efisiensi dalam rantai pasok pakan sangat berpengaruh terhadap profitabilitas usaha peternakan itik. ketersediaan pakan yang berkualitas secara berkelanjutan merupakan faktor utama dalam keberhasilan usaha peternakan itik. biaya pakan yang tinggi disebabkan adanya ketergantungan bahan pakan impor yang menyebabkan terjadinya fluktuatif harga pakan khususnya unggas. salah satu solusi untuk menekan biaya pakan yaitu dengan memanfaatkan bahan pakan lokal yang terdapat di sekitar lokasi peternakan. permasalahan fluktuasi harga bahan baku dan ketidakpastian pasokan sering terjadi. misalnya, harga jagung yang mengalami kenaikan signifikan pada tahun 2021 akibat dampak pandemi covid-19 dan perubahan iklim. oleh karena itu, maka penelusuran rantai pasok bahan baku pakan pada peternakan itik sangat penting untuk dilakukan agar dapat mengidentifikasi permasalahan yang ada dan mencari solusi yang tepat. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis bahan baku pakan yang digunakan, alur bahan baku pakan, fluktuasi harga bahan baku pakan, harga bahan baku pakan dan tingkat kesulitan memperoleh bahan baku pakan. penelitian ini dilakukan di gampong kajhu, kecamatan baitussalam, kabupaten aceh besar dari mei hingga juni 2025. penelitian ini menggunakan metode survey merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan 13 responden yang merupakan peternak itik. parameter yang diamati dalam penelitian ini meliputi jenis bahan baku pakan, alur bahan baku pakan, fluktuasi harga bahan baku pakan, harga bahan baku pakan dan tingkat kesulitan memperoleh bahan baku pakan. berdasarkan hasil penelitian terhadap 13 peternak itik di gampong kajhu, diketahui bahwa sebagian besar peternak menggunakan bahan baku pakan dari ampas sagu, limbah ikan, dan limbah roti afkir. mayoritas peternak memperoleh bahan baku dari mitra tetap seperti pasar sayur, pasar ikan, dan kilang sagu, sehingga tidak terjadi fluktuasi harga yang signifikan. dalam hal transportasi, sebagian besar peternak (92%) tidak mengalami kendala karena memiliki kendaraan pribadi dalam proses pengangkutan bahan pakan. hanya 5 dari 13 peternak yang mengalami kesulitan dalam hal ketersediaan dan pencarian pakan. berdasarkan hasil penelusuran alur rantai pasok, maka alur rantai pasok yang digunakan hanya 1 rantai pasok yaitu antara pedagang (mitra) dan peternak, mengimplikasikan bahwa harga bahan baku pakan tidak meningkat terlalu jauh.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENELUSURAN ALUR RANTAI PASOK PENYEDIAAN BAHAN BAKU PAKAN DI KAWASAN PETERNAKAN ITIK GAMPONG KAJHU. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2025
Baca Juga : MODEL RANTAI PASOK PAKAN AYAM RAS PETELUR DI KABUPATEN SIMEULUE MENGGUNAKAN PENDEKATAN DINAMIKA SISTEM (Alfianus, 2025)
Abstract
The feed supply chain is a crucial aspect that significantly impacts the productivity and sustainability of duck farming businesses. Efficiency in the feed supply chain significantly impacts the profitability of duck farming businesses. The continuous availability of quality feed is a key factor in the success of duck farming businesses. High feed costs are caused by a reliance on imported feed ingredients, which leads to fluctuating feed prices, especially for poultry. One solution to reduce feed costs is to utilize locally available feed ingredients locally. Fluctuating raw material prices and supply uncertainty are common issues. For example, corn prices increased significantly in 2021 due to the impact of the COVID-19 pandemic and climate change. Therefore, tracing the feed supply chain for duck farms is crucial to identify existing problems and find appropriate solutions. This study aims to determine the types of feed ingredients used, the flow of feed ingredients, fluctuations in feed ingredient prices, and the level of difficulty in obtaining feed ingredients. This research was conducted in Kajhu Village, Baitussalam District, Aceh Besar Regency, from May to June 2025. The study used a qualitative survey method with 13 duck farmers as respondents. Parameters observed in this study included the type of feed raw materials, the flow of feed raw materials, fluctuations in feed raw material prices, and the level of difficulty in obtaining feed raw materials. Based on the results of the study with 13 duck farmers in Kajhu Village, it was found that most farmers used sago pulp, fish waste, and discarded bread waste as feed raw materials. The majority of farmers obtained raw materials from established partners such as vegetable markets, fish markets, and sago mills, thus preventing significant price fluctuations. In terms of transportation, the majority of farmers (92%) experienced no obstacles because they owned private vehicles for transporting feed. Only 5 of the 13 farmers experienced difficulties in the availability and sourcing of feed. Based on the results of the supply chain flow investigation, the supply chain flow used is only 1 supply chain, namely between traders (partners) and livestock farmers, implying that the price of raw feed materials has not increased too much.