Tanaman nilam (pogostemon cablin, benth) termasuk kedalam tanaman perkebunan yang mempunyai prospek ekonomi yang tinggi, hasil dari tanaman nilam adalah minyak nilam yang didapatkan melalui proses penyulingan daun dan ranting tanaman nilam. minyak nilam dari kecamatan lhoong memiliki nilai jual yang menarik dan dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti parfum, kosmetik, sabun, dan produk lainnya. pentingnya nilai tambah tanaman nilam bagi petani terletak pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan mereka. pengembangan nilam di kecamatan lhoong selama ini terkendala pada biaya terkait modal usaha dalam pengembangannya. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah dari usaha pengolahan daun nilam menjadi minyak nilam, dan apa strategi yang perlu diterapkan untuk pengembangan usaha minyak nilam di kecamatan lhoong, aceh besar. penelitian ini dilakukan pada bulan april hingga mei tahun 2025. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif untuk melihat nilai tambah dan metode kualitatif yaitu analisis swot untuk melihat strategi pengembangan usaha. dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa bahwa kegiatan pengolahan daun nilam menjadi minyak nilam sangat efisien dan menguntungkan secara ekonomi, dan dari analisis swot mengungkapkan bahwa terdapat posisi strategis yang menguntungkan untuk pengembangan usaha minyak nilam di kecamatan lhoong, kabupaten aceh besar. kata kunci: nilam, nilai tambah, strategi pengembangan usaha
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS NILAI TAMBAH DAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA MINYAK NILAM DI KECAMATAN LHOONG KABUPATEM ACEH BESAR. Banda Aceh ,2025
Baca Juga : ANALISIS NILAI TAMBAH PENGGUNAAN DAUN NILAM KERING DALAM PROSES PENYULINGAN MINYAK NILAM DI KABUPATEN ACEH JAYA (Maisarah, 2017)
Abstract
Patchouli plants (Pogostemon cablin, Benth) are classified as plantation crops with high economic prospects. The product of patchouli plants is patchouli oil obtained through the distillation process of patchouli leaves and branches. Patchouli oil from Lhoong District has attractive selling value and can be processed into various value-added products such as perfumes, cosmetics, soap, and other products. The importance of patchouli plant added value for farmers lies in increasing their income and welfare. Patchouli development in Lhoong District has been constrained by costs related to business capital in its development. This research aims to analyze the added value of processing patchouli leaves into patchouli oil, and what strategies need to be implemented for developing patchouli oil business in Lhoong District, Aceh Besar. This research was conducted from April to May 2025. The method used in this research is descriptive quantitative method to examine added value and qualitative method, namely SWOT analysis to examine business development strategies. From the results of this research, it was found that the activity of processing patchouli leaves into patchouli oil is very efficient and economically profitable, and SWOT analysis revealed that there is an advantageous strategic position for developing patchouli oil business in Lhoong District, Aceh Besar Regency. Keywords: Patchouli, added value, business development strategy
Baca Juga : KLASIFIKASI KEMOMETRI AKIBAT PENAMBAHAN ADSORBEN TERHADAP MINYAK NILAM ACEH BARAT DAYA MENGGUNAKAN SPEKTRUM IOT NIR DAN FTIR (MAIDA ULFA, 2022)