Abstrak penelitian ini mengkaji pandangan komunitas buddha di sabang, aceh, terhadap isu lesbian, gay, biseksual, dan transgender (lgbt), sebuah wilayah yang berada di bawah penerapan qanun jinayah berbasis syariat islam. dengan menggunakan pendekatan kualitatif-fenomenologi, penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana realitas sosial mengenai lgbt dikonstruksi oleh komunitas minoritas dalam lanskap sosio-kultural dan hukum yang khas. data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan anggota komunitas buddha untuk menggali pemaknaan mereka yang berakar pada ajaran agama dan pengalaman hidup sehari-hari. temuan utama menunjukkan bahwa komunitas buddha di sabang dan banda aceh membangun sebuah kerangka pandangan dualistik yang disebut "penolakan welas asih" (compassionate rejection). di satu sisi, praktik lgbt ditolak secara moral karena dianggap melanggar sila ketiga dalam pancasila buddhis (larangan perbuatan asusila) dan dipandang sebagai manifestasi dari karma buruk dari kehidupan lampau yang menghasilkan penderitaan. di sisi lain, komunitas ini secara tegas menganjurkan sikap welas asih (metta) dan non-penghakiman terhadap individu lgbt, yang dipandang sebagai makhluk yang sedang menanggung akibat dari karmanya sendiri dan tidak boleh dicela. analisis menggunakan teori konstruksi sosial berger dan luckmann mengungkap bahwa pandangan ini merupakan produk dari proses dialektis antara eksternalisasi (ekspresi ajaran), objektivasi (penguatan oleh norma komunitas dan budaya lokal aceh), dan internalisasi (penyerapan nilai oleh individu). disimpulkan bahwa pandangan komunitas buddha sabang dan banda aceh bukanlah pandangan monolitik, melainkan sebuah konstruksi sosial yang kompleks dan sadar diri, hasil negosiasi aktif antara doktrin agama dan realitas sosial-hukum yang mengelilinginya. kata kunci: lgbt, pandangan agama buddha, konstruksi sosial, karma, sila, aceh.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
LGBT DALAM PANDANGAN PENGANUT AGAMA BUDDHA (STUDI PADA KOMUNITAS BUDDHA DI SABANG DAN BANDA ACEH). Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala,2025
Baca Juga : PERSEPSI KOMUNITAS BIGREDS ACEH TERHADAP KONTEN KAMPANYE DUKUNGAN LGBT MELALUI AKUN INSTAGRAM LIVERPOOL F.C. (SUTAN SAKTI SIAGIAN, 2025)
Abstract
ABSTRACT This research examines the views of the Buddhist community in Sabang and Banda Aceh, Aceh, on the issue of Lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender (LGBT), a region governed by Sharia-based Islamic law, Qanun Jinayah. Utilizing a qualitative-phenomenological approach, this study aims to understand how the social reality of LGBT is constructed by a religious minority within a distinctive socio-cultural and legal landscape. Data were collected through in-depth interviews with members of the Buddhist community to explore the meanings rooted in their religious teachings and daily life experiences. The primary finding reveals that the Sabang Buddhist community has constructed a dualistic framework termed "compassionate rejection." On one hand, LGBT practices are morally rejected as they are considered a violation of the third Precept (Sila) in the Buddhist Pancasila (prohibition of sexual misconduct) and are viewed as a manifestation of negative Karma from past lives, resulting in suffering. On the other hand, the community strongly advocates for an attitude of compassion (metta) and non-judgment towards LGBT individuals, who are seen as beings enduring the consequences of their own karma and should not be condemned. Analysis using Berger and Luckmann's theory of social construction demonstrates that this view is a product of the dialectical process between externalization (expression of religious teachings), objectification (reinforcement by community norms and the local Acehnese culture), and internalization (absorption of these values by individuals). It is concluded that the perspective of the Sabang and Banda Aceh Buddhist community is not monolithic but a complex and self-aware social construction, resulting from an active negotiation between their religious doctrines and the surrounding socio-legal reality. Keywords: LGBT, Buddhist Perspective, Social Construction, Karma, Sila, Aceh.
Baca Juga : POLA ADAPTASI WNI MUSLIM SEBAGAI KELOMPOK AGAMA MINORITAS DI BANGKOK (AISYIYAH ZULIATI, 2024)