Dalam beberapa tahun terakhir, petani cabai merah di dataran tinggi aceh menghadapi berbagai tantangan berupa risiko produksi, perubahan iklim, serangan hama, dan fluktuasi harga pasar. kabupaten aceh tengah dan bener meriah merupakan sentra produksi cabai merah dengan kondisi geografis yang mendukung budidaya cabai merah, namun tantangan tersebut menuntut petani memiliki kesadaran dan penerapan strategi manajemen risiko yang baik agar pendapatan tetap terjaga. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesadaran petani terhadap risiko, penerapan strategi manajemen risiko, serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhinya. penelitian dilaksanakan pada maret hingga juni 2025 dengan jumlah responden sebanyak 100 petani cabai merah di kabupaten aceh tengah dan bener meriah. sampel ditentukan menggunakan metode quota sampling. data dikumpulkan melalui survei lapangan dan dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan pola kesadaran dan penerapan strategi manajemen risiko, serta menggunakan analisis regresi logistik ordinal untuk menguji pengaruh variabel tingkat pendidikan, luas lahan, pendapatan di luar usahatani, keberanian mengambil risiko, keikutsertaan dalam kelompok tani, dan lokasi kecamatan. hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar petani 61% tidak sadar akan risiko dan tidak menerapkan strategi manajemen risiko, 37% sadar akan risiko dan menerapkan strategi manajemen risiko, dan 2% sadar akan risiko tetapi tidak menerapkan strategi manajemen risiko. faktor pendapatan di luar usahatani, luas lahan, dan kecamatan ketol terbukti berpengaruh signifikan terhadap kesadaran dan penerapan strategi manajemen risiko usahatani cabai merah, sedangkan faktor tingkat pendidikan, keberanian mengambil risiko, dan keikutsertaan dalam kelompok tani tidak berpengaruh signifikan. penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dan pihak terkait dalam merumuskan kebijakan dan program pendampingan untuk meningkatkan kesadaran serta penerapan strategi manajemen risiko di kalangan petani cabai merah di dataran tinggi aceh.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KESADARAN DAN PENERAPAN STRATEGI MANAJEMEN RISIKO USAHATANI CABAI MERAH DI DATARAN TINGGI ACEH. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2025
Baca Juga : ANALISIS RISIKO USAHA CHURROS COFFEE (Muayyadna Ofiza, 2022)
Abstract
In recent years, red chili farmers in the highlands of Aceh have faced various challenges, including production risks, climate change, pest attacks, and market price fluctuations. Aceh Tengah and Bener Meriah Regencies are major production centers for red chili, with geographical conditions that support chili cultivation. However, these challenges require farmers to have awareness and implement effective risk management strategies to maintain their income. This study aims to determine the level of farmers’ awareness of risks, their implementation of risk management strategies, and to analyze the factors influencing them. The research was conducted from March to June 2025 with a total of 100 red chili farmers in Aceh Tengah and Bener Meriah Regencies. The sample was determined using the quota sampling method. Data were collected through field surveys and analyzed descriptively to illustrate the patterns of awareness and implementation of risk management strategies, and using ordinal logistic regression analysis to examine the effects of variables such as education level, land area, off-farm income, risk-taking behavior, participation in farmer groups, and sub-district location. The results showed that the majority of farmers (61%) were unaware of risks and did not implement risk management strategies, 37% were aware of risks and applied risk management strategies, and 2% were aware of risks but did not implement risk management strategies. Off-farm income, land area, and residing in Ketol Sub-district were found to have a significant influence on farmers’ awareness and implementation of red chili farm risk management strategies, while education level, risk-taking behavior, and participation in farmer groups did not have a significant effect. This study is expected to serve as a consideration for the government and related parties in formulating policies and assistance programs to increase awareness and implementation of risk management strategies among red chili farmers in the highlands of Aceh.
Baca Juga : “PERANCANGAN MANAJEMEN RISIKO RANTAI PASOK PADA MASA PANDEMI COVID-19 (STUDI KASUS: USK HAND SANITIZER (U-HANSA))” (ZATY FADHILLA, 2021)