Tradisi merajah merupakan sebuah tradisi turun temurun yang masih eksis sampai sekarang. rajah merupakan salah satu metode pengobatan dengan cara pembacaan doa atau mantra-mantra yang di ambil dari al-quran, hadist, maupun bacaan-bacaan islam lainnya. pengalaman pasien yang datang ke tempat merajah sangat beragam, namun umumnya mereka mencari kesembuhan melalui pendekatan spiritual dan budaya yang dianggap sudah terbukti secara turun temurun. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang tradisi merajah dan kenapa merajah masih eksis sampai sekarang. teori yang digunakan adalah teori fenomenologi alfred schutz. penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, yang berfokus pada pemahaman mendalam terhadap pengalaman subjektif individu dalam menghadapi fenomena tertentu. teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pengobatan tradisional ummi maryana mendapat respon yang baik dari masyarakat. pengobatan ini banyak memberikan manfaat dan mampu membantu masyarakat dalam mencapai kesembuhannya. umumnya masyarakat lebih memilih pengobatan tradisional dibandingkan pengobatan medis karena beberapa faktor diantaranya faktor ekonomi, risiko pengobatan medis lebih tinggi, faktor hubungan sosial masyarakat, dan faktor agama. pengobatan tradisional masih memegang peranan penting dalam sistem kesehatan masyarakat. meskipun perkembangan teknologi medis modern semakin pesat, banyak orang yang masih mempercayai dan mengandalkan metode pengobatan yang diwariskan oleh leluhur secara turun temurun.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
TRADISI MERAJAH DAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT (STUDI KASUS PENGOBATAN TRADISIONAL UMMI MARYANA DI GAMPONG BAROH KECAMATAN MONTASIK KABUPATEN ACEH BESAR). Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala,2025
Baca Juga : NEURAJAH DALAM PERSEPSI MASYARAKAT GAMPONG SEUMANTOK, KECAMATAN PANTE CEUREUMEN, KABUPATEN ACEH BARAT (CUT LALA LAVINDA R.A, 2025)
Abstract
The tradition of tattooing (merajah) is a hereditary tradition that still exists today. Rajah is one method of healing through the recitation of prayers or mantras taken from the Quran, Hadith, or other Islamic readings. The experiences of patients who come to the place of merajah vary greatly, but generally, they seek healing through spiritual and cultural approaches that are considered proven through generations. The aim of this study is to understand the community’s perceptions of the merajah tradition and why it still exists today. The theory used is Alfred Schutz’s phenomenological theory. This study employs a qualitative method with a phenomenological approach, focusing on an in-depth understanding of individuals’ subjective experiences in facing certain phenomena. Data collection techniques used include observation, interviews, and documentation. The results show that the traditional healing practice by Ummi Maryana receives a positive response from the community. This treatment provides many benefits and helps the community achieve healing. Generally, people prefer traditional healing over medical treatment due to several factors, including economic reasons, higher risks associated with medical treatment, social relationships within the community, and religious factors. Traditional healing still plays an important role in the community’s health system. Although modern medical technology is advancing rapidly, many people still believe in and rely on healing methods passed down from ancestors through generations.