Abstrak kepemimpinan tradisional merupakan suatu gaya kepemimpinan yang tersebar di seluruh indonesia dengan gaya tradisionalnya yang unik dan berbeda-beda, salah satunya ialah dinamika kepemimpinan tradisional di aceh yang terbagi kedalam beberapa periodisasi. dimulai dari era kesultanan, era kolonialisme, era pasca kemerdekaan hingga pasca mou helsinki. fenomena transformasi sosial dan politik yang terjadi dalam setiap periode tersebut memberikan dampak signifikan terhadap hilang/timbulnya institusi kepemimpinan tradisional dalam setiap era. penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana perubahan sosial politik mempengaruhi hilang atau timbulnya institusi kepemimpinan tradisional aceh, serta menganalisis eksistensi dan esensi pemimpin tradisional dalam setiap era. penelitian ini menggunakan teori kepemimpinan tradisional yang dikembangkan oleh robert house. metode dalam penelitian ini adalah kualitatif bersifat studi kepustakaan serta didukung oleh wawancara mendalam. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa institusi kepemimpinan tradisional aceh mengalami banyak perubahan dari fase kesultanan hingga ke fase selanjutnya disebabkan oleh banyak faktor diantaranya faktor internal yang terjadi di dalam masyarakat aceh itu sendiri, ada juga faktor eksternal dari luar yang menyebabkan perubahan dalam kepemimpinan tradisional aceh. lembaga seperti wali nanggroe merupakan bukti kontemporer dari kesinambungan nilai-nilai adat dalam struktur politik aceh masa kini. temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan tradisional aceh tidak sekadar simbol masa lalu, tetapi menjadi elemen penting dalam menjaga identitas budaya, menguatkan legitimasi sosial, dan merawat harmoni masyarakat. penelitian ini juga memberikan rekomendasi agar pemerintah mampu merangkul peran strategis kepemimpinan adat sebagai mitra dalam membangun tata kelola pemerintahan yang kolaboratif, yaitu moderen dan tetap berbasis nilai-nilai kearifan lokal. kata kunci: transformasi sosial-politik, kepemimpinan tradisional, sejarah politik aceh
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
TRANSFORMASI SOSIAL POLITIK DAN KEPEMIMPINAN RNTRADISIONAL DI ACEH. Banda Aceh Fakultas FISIPOL,
Baca Juga : PERAN ULAMA UNTUK LEGITIMASI KEPEMIMPINAN PEREMPUAN (STUDI KASUS PENCALONAN ILLIZA SAADUDDIN DJAMAL SEBAGAI WALI KOTA BANDA ACEH TAHUN 2024) (Tasya Dwi Putri Nasution, 2025)
Abstract
ABSTRACT Traditional leadership is a leadership style that is widespread throughout Indonesia, with its unique and diverse traditional styles. One example is the dynamics of traditional leadership in Aceh, which can be divided into several periods: the Sultanate era, the colonial era, the post independence era, and the post Helsinki MoU era. The social and political transformations occurring in each of these periods have significantly impacted the emergence or disappearance of traditional leadership institutions in each era. This study aims to understand how social and political changes influence the emergence or disappearance of traditional leadership institutions in Aceh, as well as to analyze the existence and essence of traditional leaders in each era. This study employs the traditional leadership theory developed by Robert House. The research method is qualitative, involving literature review and supported by in-depth interviews. The results of this study indicate that traditional leadership institutions in Aceh underwent many changes from the sultanate phase to the subsequent phase due to many factors, including internal factors within Acehnese society itself, as well as external factors that caused changes in traditional leadership in Aceh. Institutions such as the Wali Nanggroe are contemporary evidence of the continuity of traditional values within the current political structure of Aceh. This finding underscores that traditional leadership in Aceh is not merely a symbol of the past but an essential element in preserving cultural identity, strengthening social legitimacy, and maintaining societal harmony. This research also recommends that the government embrace the strategic role of traditional leadership as a partner in building a collaborative governance system that is modern yet rooted in local wisdom. Keywords: Social-Political Transformation, Traditional Leadership, Political History of Aceh
Baca Juga : TANTANGAN DAN PELUANG TRANSFORMASI PARTAI ACEH DI ERA DIGITAL PADA PEMILU DI ACEH TAHUN 2024 (RAJA ANGKASA PRATAMA, 2026)