Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES
Edward Nicholas, ASYMMETRY IN THE FOOD PRICES AND POVERTY RELATIONSHIP: A CROSS-COUNTRY PANEL DATA EVIDENCE. Banda Aceh Fakultas Ekonomi dan Bisnis,2025

Poverty remains a complex and persistent challenge, often oversimplified as a low-income issue, neglecting the broader macroeconomic and intersectoral drivers. this study addresses that gap by analyzing how food price volatility, human capital investment, and external debt jointly influence extreme poverty across six developing asean and latin american countries from 2006 to 2021. using panel non-linear ardl techniques, it investigates both short-run dynamics and long-run relationships between food prices, education, health, external debt, and poverty. for robustness check, ardl linear and fmols models were employed. the results reveal that while food price increases at moderate levels can reduce long-run poverty in producer-based economies, high price spikes raise poverty in net consumer economies. short-run effects of food prices are largely insignificant, reflecting household adjustment delays and temporary policy interventions. education and health demonstrate mixed impacts strongly reducing poverty in some contexts like el salvador and the dominican republic, but remaining insignificant elsewhere due to systemic inefficiencies. external debt exerts dual effects: it supports poverty reduction when productively invested but worsens it when it crowds out pro-poor spending. significant error correction terms affirm long-run equilibrium adjustments, emphasizing the structural nature of poverty. the study’s key contribution lies in introducing a dynamic, policy-integrated framework that aligns macro shocks with sectoral responses. it recommends establishing national food-education-health sovereign wealth funds, a constitutionally mandated poverty resilience compact, and a poverty-indexed public procurement framework. together, these mechanisms offer a transformative shift from reactive poverty aid to sovereign, anticipatory, and scalable governance models capable of accelerating progress toward sdg 1 and sdg 2. keywords: food prices, poverty, developing countries, non-linear model


Baca Juga : DETERMINAN PEKERJA ANAK DI INDONESIA (ADISTA MAYNAS, 2020)


Abstract

Kemiskinan tetap menjadi tantangan yang kompleks dan persisten, seringkali disederhanakan sebagai masalah berpendapatan rendah, mengabaikan faktor pendorong makroekonomi dan lintas sektoral yang lebih luas. Studi ini mengatasi kesenjangan tersebut dengan menganalisis bagaimana volatilitas harga pangan, investasi modal manusia, dan utang luar negeri secara bersama-sama memengaruhi kemiskinan ekstrem di enam negara berkembang ASEAN dan Amerika Latin dari tahun 2006 hingga 2021. Dengan menggunakan teknik ARDL non-linier panel, studi ini menyelidiki dinamika jangka pendek dan hubungan jangka panjang antara harga pangan, pendidikan, kesehatan, utang luar negeri, dan kemiskinan. Untuk uji ketahanan, model linear ARDL dan FMOLS digunakan. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun kenaikan harga pangan pada tingkat moderat dapat mengurangi kemiskinan jangka panjang di negara-negara berbasis produsen, lonjakan harga yang tinggi meningkatkan kemiskinan di negara-negara konsumen neto. Efek jangka pendek dari harga pangan sebagian besar tidak signifikan, mencerminkan penundaan penyesuaian rumah tangga dan intervensi kebijakan sementara. Pendidikan dan kesehatan menunjukkan dampak campuran yang sangat mengurangi kemiskinan di beberapa konteks seperti El Salvador dan Republik Dominika, tetapi tetap tidak signifikan di tempat lain karena inefisiensi sistemik. Utang luar negeri memiliki dua dampak: mendukung penanggulangan kemiskinan ketika diinvestasikan secara produktif, tetapi memperburuknya ketika menggeser pengeluaran yang pro-masyarakat miskin. Istilah koreksi kesalahan yang signifikan menegaskan penyesuaian ekuilibrium jangka panjang, yang menekankan sifat struktural kemiskinan. Kontribusi utama studi ini terletak pada pengenalan kerangka kerja yang dinamis dan terintegrasi dengan kebijakan yang menyelaraskan guncangan makro dengan respons sektoral. Studi ini merekomendasikan pembentukan Dana Kekayaan Negara Nasional untuk Pangan-Pendidikan-Kesehatan, Pakta Ketahanan Kemiskinan yang Diamanatkan Konstitusi, dan Kerangka Kerja Pengadaan Publik yang Diindeks Kemiskinan. Bersama-sama, mekanisme-mekanisme ini menawarkan pergeseran transformatif dari bantuan kemiskinan reaktif menuju model tata kelola yang berdaulat, antisipatif, dan terukur yang mampu mempercepat kemajuan menuju SDG 1 dan SDG 2. Kata Kunci: Harga Pangan, Kemiskinan, Negara Berkembang, Model Non-linier



    SERVICES DESK