Penelitian ini bertujuan untuk menentukan batimetri di wilayah pesisir lamreh dengan memanfaatkan teknologi penginderaan jauh berbasis platform google earth engine (gee), serta memvalidasinya menggunakan data sounding hasil pengukuran langsung di lapangan. data sekunder batimetri diperoleh dari peta batimetri nasional (batnas) dan diproses menggunakan gee, sementara data primer dikumpulkan melalui survei menggunakan echo sounder. perbandingan antara data batnas dan data sounding dilakukan pada 208 titik uji menggunakan metode statistik root mean square error (rmse) dan koefisien korelasi (r). hasil validasi menunjukkan nilai rmse sebesar 9,57 meter dan nilai r sebesar 0,35, yang mengindikasikan bahwa akurasi data batnas masih rendah dalam merepresentasikan kondisi morfologi dasar laut secara detail di wilayah pesisir lamreh. penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun gee dan data batnas dapat dimanfaatkan untuk pemetaan awal batimetri, hasilnya tetap harus divalidasi dengan data sounding guna memastikan ketelitian, terutama di wilayah pesisir yang kompleks dan dinamis. kata kunci: batimetri, google earth engine, batnas, sounding, rmse, lamreh
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENENTUAN BATIMETRI MENGGUNAKAN GOOGLE EARTH ENGINE (GEE) DENGAN VALIDASI DATA SOUNDING DI PERAIRAN PESISIR LAMREH. Banda Aceh Fakultas Kelautan dan perikanan,2025
Baca Juga : ANALISIS SPASIAL RISIKO DAN POTENSI BANJIR DI WILAYAH URBAN PADA PESISIR BARAT PROVINSI ACEH DENGAN PENDEKATAN CLOUD COMPUTING (M.IQBAL ICHSAN FAHLEFY, 2025)
Abstract
This study aims to determine the bathymetry of the coastal area of Lamreh using remote sensing technology through the Google Earth Engine (GEE) platform, validated with in-situ sounding measurements. Secondary bathymetric data were obtained from the National Bathymetry Map (BATNAS) and processed using GEE, while primary data were collected through field surveys using an echo sounder. A total of 208 comparison points were analyzed using Root Mean Square Error (RMSE) and correlation coefficient (R) to assess accuracy. The validation results yielded an RMSE value of 9.57 meters and a correlation coefficient of 0.35, indicating low agreement between the datasets. These findings demonstrate that BATNAS-derived bathymetry processed through GEE is not sufficiently accurate for technical applications in complex coastal zones. Therefore, field validation with sounding data remains essential to ensure the reliability of bathymetric maps. This study highlights the importance of combining remote sensing and in-situ approaches for accurate coastal bathymetric mapping. Keywords: Bathymetry, Google Earth Engine, BATNAS, Sounding, RMSE, Lamreh
Baca Juga : K-MEANS CLUSTERING PADA CITRA LANDSAT-8 DANRNSENTINEL-2A UNTUK IDENTIFIKASI TUTUPAN LAHANRNKOTA BANDA ACEH (DARIMAH RAMADHANI, 2022)