Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Muhammad Ghifari Zulmi, KEEFEKTIFAN EKSTRAK DAUN MENGKUDU (MORINDA CITRIFOLIA) UNTUK MENEKAN PERTUMBUHAN COLLETOTRICHUM CAPSICI PADA BUAH CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUM). Banda Aceh ,2025

Cabai merah (capsicum annuum) adalah salah satu varietas cabai yang paling populer dan banyak dibudidayakan di berbagai belahan dunia. tanaman ini dikenal karena buahnya yang memiliki rasa pedas dan warna merah mencolok saat matang. salah satu penyakit penting yang menjadi tantangan dalam budidaya tanaman cabai merah adalah antraknosa yang disebabkan oleh patogen colletotrichum capsici. gejala dari penyakit ini yaitu pada buah cabai merah yang terserang muncul bercak bercak cekung berwarna coklat hingga hitam yang dapat membesar lalu membuat buah menjadi busuk. umumnya pengendalian yang dilakukan oleh petani secara kimia dengan menggunakan pestisida sintetik. penggunaan pestisida sintetik dapat di minimalisir dengan menggunakan ekstrak nabati tumbuhan tumbuhan yang memiliki zat anti mikroba dan ramah lingkungan. dalam penelitian ini akan digunakan pestisida nabati ekstrak daun mengkudu (morinda citrifolia l.). tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak daun mengkudu dengan konsentrasi tertentu dapat digunakan untuk menekan pertumbuhan patogen colletotrichum capsici pada buah cabai merah di penyimpanan. penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (ral) pola non faktorial yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu kontrol, konsentrasi 30, 40 , 50 , dan 60 ml. setiap perlakuan memiliki 4 ulangan dan per ulangan terdiri dari 5 unit buah, sehingga terdapat 100 satuan percobaan. adapun parameter yang diamati meliputi: masa inkubasi patogen, kejadian penyakit, diameter bercak, dan intensitas serangan patogen. berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian diketahui bahwa konsentrasi 60 ml ekstrak daun mengkudu lebih efektif dalam menekan pertumbuhan cendawan colletotrichum capsici pada buah cabai, dari segi masa inkubasi didapati hasil masa inkubasi terlama pada konsentrasi 60 ml yaitu pada 6 hsi , kejadian penyakit terendah terjadi pada konsentrasi 60 ml dengan persentase terjadinya hanya penyakit 65%, diameter bercak yang timbul akibat perlakuan konsentrasi 60 ml memiliki rata rata terendah yaitu 1,02 mm dan intensitas serangan terendah juga pada konsentrasi 60 ml yaitu sebesar 2,6 %. hal ini menunjukkan bahwa konsentrasi 60 ml dapat digunakan untuk menekan pertumbuhan colletotrichum capsici pada buah cabai di penyimpanan. kesimpulan dari penelitian ini adalah konsentrasi 60 ml merupakan konsentrasi yang paling efektif digunakan untuk menekan penyakit antraknosa pada buah cabai di penyimpanan.



Abstract

Red chili pepper (Capsicum anuum) is one of the most popular and widely cultivated chili varieties in various parts of the world. This plant is known for its spicy fruit and its striking red color when ripe. One of the important diseases that poses a challenge in red chili cultivation is anthracnose, caused by the pathogenColletotrichum capsici Symptoms of this disease include the appearance of sunken brown to black spots on infected red chilies that can enlarge and cause the fruit to rot. Farmers generally use synthetic pesticides to control the disease. The use of synthetic pesticides can be minimized by using plant extracts from plants that have antimicrobial properties and are environmentally friendly. In this study, a plant-based pesticide extracted from noni leaves (Morinda citrifolia) will be used.Morinda citrifolia L.). The aim of this study was to determine whether noni leaf extract at a certain concentration can be used to suppress the growth of pathogens.Colletotrichum capsicion red chilies in storage. This study used a completely randomized design (CRD) with a non-factorial pattern consisting of five treatments: control, concentrations of 30, 40, 50, and 60 ml. Each treatment had four replications, each consisting of five fruit units, resulting in 100 experimental units. The parameters observed included: pathogen incubation period, disease incidence, spot diameter, and intensity of pathogen attack. Based on the results obtained from the research, it is known that a concentration of 60 ml of noni leaf extract is more effective in suppressing fungal growth.Colletotrichum capsici In chili peppers, in terms of incubation period, the longest incubation period was found at a concentration of 60 ml, namely at 6 days after planting. The lowest incidence of disease occurred at a concentration of 60 ml with a percentage of disease occurrence of only 65%. The diameter of spots that appeared due to the 60 ml concentration treatment had the lowest average of 1.02 mm, and the lowest attack intensity was also at a concentration of 60 ml, namely 2.6%. This shows that a concentration of 60 ml can be used to suppress the growth ofColletotrichum capsici on chili peppers during storage. The conclusion of this study is that a concentration of 60 ml is the most effective concentration for suppressing anthracnose disease in stored chili peppers.



    SERVICES DESK