Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis struktur komunitas nekton di kawasan ekosistem mangrove desa balohan dan iboih, kota sabang. parameter yang diamati meliputi kepadatan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, indeks dominansi, serta pola sebaran nekton. pengumpulan data dilakukan dengan metode purposive sampling pada dua stasiun yang memiliki karakteristik aktivitas berbeda. hasil penelitian menunjukkan ditemukan 10 jenis nekton, dengan mugil cephalus (ikan belanak) sebagai jenis terbanyak. nilai indeks keanekaragaman tergolong rendah (0,31–0,89), indeks keseragaman berada pada kategori sedang hingga tinggi (0,45–0,91), dan indeks dominansi menunjukkan tidak ada spesies yang mendominasi (0,03–0,22). pola sebaran semua jenis nekton tergolong mengelompok. parameter fisika-kimia perairan seperti suhu (29–36°c), salinitas (30– 31 ppt), ph (7), dan do (0,77–0,8 mg/l) menunjukkan kondisi perairan yang relatif mendukung kehidupan nekton. penelitian ini memberikan informasi dasar tentang keanekaragaman nekton di kawasan mangrove sabang dan dapat menjadi referensi bagi pengelolaan ekosistem pesisir secara berkelanjutan. kata kunci: nekton, mangrove, sabang, keanekaragaman, pola sebaran
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
IDENTIFIKASI NEKTON PADA KAWASAN MANGROVE DI DESA BALOHAN DAN IBOIH, KOTA SABANG. Banda Aceh Fakultas Kelautan dan perikanan,2025
Baca Juga : INDEKS NILAI PENTING DAN INDEKS KESEHATAN EKOSISTEM MANGROVE SABANG (DINDA ROSE, 2024)
Abstract
This study aims to identify and analyze the nekton community structure in the mangrove ecosystems of Balohan and Iboih Villages, Sabang City. The observed parameters included density, diversity index, evenness index, dominance index, and distribution patterns of nekton. Data were collected using purposive sampling at two stations with different activity characteristics. The results revealed 10 nekton species, with Mugil cephalus (mullet) being the most abundant. The diversity index was categorized as low (0.31–0.89), the evenness index ranged from moderate to high (0.45–0.91), and the dominance index indicated no dominant species (0.03–0.22). All nekton species exhibited a clumped distribution pattern. Physico-chemical parameters of the water, such as temperature (29–36°C), salinity (30–31 ppt), pH (7), and dissolved oxygen (0.77–0.8 mg/l), indicated conditions generally favorable for nekton survival. This research provides baseline information on nekton diversity in the Sabang mangrove area and can serve as a reference for sustainable coastal ecosystem management. Keywords: nekton, mangrove, Sabang, diversity, distribution pattern
Baca Juga : IDENTIFIKASI DAN UJI FITOKIMIA JENIS MANGROVE DI DESA IBOIH, SABANG (Adinda Putri Reva, 2024)