Pemetaan geologi sangat penting untuk memahami kondisi geologi suatu daerah, lokasi penelitian terdapat pada daerah desa halaban, kecamatan besitang, kabupaten langkat, sumatera utara. berdasarkan hasil pemetaan geologi data yang diperoleh kemudian dipetakan menggunakan program arcgis, terdapat peta geologi pada daerah penelitian yang terdiri atas satuan batuan dari formasi baong, keutapang, seureula, serta endapan alluvium. jenis batuan yang dijumpai di lapangan meliputi endapan lanau, batupasir, batulumpur, batulanau, serta batuserpih. batuan ini juga berada dalam kondisi lapuk sedang hingga kuat dan berasosiasi dengan struktur lipatan seperti antiklin dan sinklin, yang turut memengaruhi kestabilan lereng. pada peta geomorfologi daerah penelitian mencakup 4 satuan yaitu satuan dataran denudasional (d1), satuan perbukitan dan lereng denudasional dengan erosi kecil (d5), satuan dengan kekar dan patahan (s1) dan satuan perbukitan antiklin dan sinklin (s9). dari data yang dikumpulkan melalui observasi lapangan, pengujian laboratorium, dan analisis numerik menggunakan metode bishop disederhanakan serta software slide6.0. hasil studi pengujian terhadap tiga sampel tanah menunjukkan klasifikasi sm dan sc berdasarkan sistem uscs, dengan plastisitas sedang hingga tinggi. hasil perhitungan nilai faktor keamanan menggunakan metode bishop disederhanakan dan pemodelan slide6.0 menunjukkan angka sebesar fk = 0,319 dan fk = 0,330, jauh dibawah batas aman (fk > 1,25), yang mengindikasikan kondisi lereng labil. lereng dengan tinggi ±50 meter dan kemiringan terjal memperbesar potensi keruntuhan, terutama saat musim hujan. temuan ini menunjukkan bahwa karakteristik geologi dan jenis batuan yang tersingkap memiliki peran penting terhadap kestabilan lereng. oleh karena itu diperlukan penanganan teknis seperti sistem drainase dan penguatan lereng sebagai langkah mitigasi.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PEMETAAN GEOLOGI DAN ANALISIS KESTABILAN LERENG DALAM MENGATASI KERAWANAN BENCANA LONGSOR PADA JALAN LINTAS SUMATERA KECAMATAN BESITANG DAN SEKITARNYA, KABUPATEN LANGKAT, PROVINSI SUMATERA UTARA. Banda Aceh Fakultas Teknik,2025
Baca Juga : PEMETAAN POTENSI DAN APLIKASI PENDUKUNG UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA ANCAMAN GERAKAN TANAH LONGSOR DI PROVINSI SUMATERA UTARA (siswanto, 2015)
Abstract
Geological mapping is crucial for understanding the geological conditions of an area. The research location is situated in Halaban Village, Besitang District, Langkat Regency, North Sumatra. Based on the geological mapping results, the obtained data was then mapped using ArcGIS software, revealing a geological map of the research area consisting of rock units from the Baong, Keutapang, Seureula Formations, as well as Alluvium Deposits. The rock types encountered in the field include silt deposits, sandstone, mudstone, siltstone, and carbonaceous shale. These rocks are also in moderately to highly weathered conditions and are associated with fold structures such as anticlines and synclines, which significantly influence slope stability. The geomorphological map of the research area encompasses 4 units: denudational plain unit (D1), hilly and denudational slope unit with minor erosion (D5), unit with joints and faults (S1), and anticline and syncline hills unit (S9). Data was collected through field observations, laboratory testing, and numerical analysis using the Simplified Bishop method and Slide6.0 software. The study results of three soil samples showed SM and SC classifications based on the USCS system, with medium to high plasticity. The safety factor calculations using the Simplified Bishop method and Slide6.0 modeling showed values of SF = 0.319 and SF = 0.330, which are far below the safe limit (SF > 1.25), indicating unstable slope conditions. The slope with a height of ±50 meters and steep inclination increases the potential for failure, especially during the rainy season. These findings demonstrate that geological characteristics and exposed rock types play an important role in slope stability. Therefore, technical measures such as drainage systems and slope reinforcement are required as mitigation steps.
Baca Juga : PEMETAAN GEOLOGI DAN ANALISIS KESTABILAN LERENG MENGGUNAKAN METODE SLOPE MASS RATING (SMR) DI DESA IE MIRAH, KECAMATAN BABAHROT AN SEKITARNYA, KABUPATEN ACEH BARAT DAYA (HAFIZAH AFRA ATTAIBAH, 2026)