This study examines the effect of corporate governance on sustainability reporting in six asean countries including indonesia, malaysia, the philippines, singapore, thailand, and vietnam. grounded in agency theory and legitimacy theory, this research analyzes the influence of board size, board independence, women on board, csr committee, ceo duality, multiple directorships, audit committee independence, and big 4 auditors on sustainability reporting. the study uses a purposive sampling method on 60 listed companies that consistently published gri-based sustainability reports from 2021 to 2023, resulting in 180 firm year observations. sustainability reporting is measured using the global reporting initiative standards 2016. the analysis employs panel data regression. the findings reveal that board independence, csr committee, multiple directorships, and audit committee independence have a significant positive effect on sustainability reporting. board size, women on board, ceo duality, and big 4 auditors show positive but insignificant effects, while board size has a negative and insignificant relationship. this study provides empirical evidence on the role of governance mechanisms in influencing sustainability reporting in the asean region and offers insights for regulators, companies, and investors to enhance transparency and accountability in sustainable business practices. keywords: corporate governance, sustainability reporting, gri standards, asean, board independence, csr committee, panel data
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
CORPORATE GOVERNANCE AND SUSTAINABILITY REPORTING: AN EMPIRICAL STUDY IN THE ASEAN REGION. Banda Aceh Fakultas Ekonomi dan Bisnis,2025
Baca Juga : THE IMPLEMENTATION OF THE INTEGRATED REPORTING AND ITS IMPACT ON THE PERFORMANCE OF INDONESIAN PUBLIC LISTED BANKS IN 2017-2019 (QASMAL MAULANA IQBAL, 2021)
Abstract
Penelitian ini menguji pengaruh tata kelola perusahaan terhadap pelaporan keberlanjutan di enam negara ASEAN, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Didasarkan pada teori keagenan dan teori legitimasi, penelitian ini menganalisis pengaruh ukuran dewan, independensi dewan, perempuan dalam dewan, komite CSR, dualitas CEO, rangkap jabatan direksi, independensi komite audit, dan auditor Big 4 terhadap pelaporan keberlanjutan. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling terhadap 60 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek yang secara konsisten menerbitkan laporan keberlanjutan berbasis GRI dari tahun 2021 hingga 2023, sehingga menghasilkan 180 tahun pengamatan perusahaan. Pelaporan keberlanjutan diukur dengan menggunakan Global Reporting Initiative Standards 2016. Analisis menggunakan regresi data panel. Temuan menunjukkan bahwa independensi dewan, komite CSR, rangkap jabatan direksi, dan independensi komite audit berpengaruh positif signifikan terhadap pelaporan keberlanjutan. Perempuan dalam dewan, dualitas CEO, dan auditor Big 4 menunjukkan efek positif tetapi tidak signifikan, sedangkan ukuran dewan memiliki hubungan negatif dan tidak signifikan. Penelitian ini memberikan bukti empiris mengenai peran mekanisme tata kelola dalam mempengaruhi pelaporan keberlanjutan di kawasan ASEAN dan memberikan wawasan bagi regulator, perusahaan, dan investor untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam praktik bisnis yang berkelanjutan. Kata Kunci: Tata Kelola Perusahaan, Pelaporan Keberlanjutan, Standar GRI, ASEAN, Independensi Dewan, Komite CSR, Data Panel