Sapi aceh merupakan salah satu plasma nutfah lokal indonesia yang memiliki daya adaptasi tinggi terhadap jenis pakan lokal serta kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan, seperti suhu yang tinggi dan ketersediaan pakan yang terbatas. keberadaan sapi ini memberikan kontribusi signifikan dalam memenuhi kebutuhan konsumsi daging masyarakat aceh, termasuk wilayah kabupaten aceh barat. sistem pemeliharaan ini masih dihadapkan pada sejumlah permasalahan teknis, antara lain mutu pakan yang rendah, efisiensi reproduksi yang belum optimal akibat dominasi kawin alam yang tidak teratur, serta terbatasnya pemanfaatan teknologi reproduksi modern seperti inseminasi buatan. kondisi ini menyebabkan produktivitas sapi aceh belum mencapai potensi maksimalnya. penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 17 april sampai 17 mei 2025 di kecamatan johan pahlawan meliputi lima desa yaitu desa suak sigadeng, suak raya, suak ribee, seunebok dan rundeng. penelitian ini menggunakan metode survei terhadap 39 peternak sapi aceh dengan menggunakan kuisioner. teknik pengambilan sampel secara acak dan penentuan jumlah sampel secara sengaja dengan pertimbangan peternak yang bersedia untuk diwawancara dengan ketentuan pemilihan minimal beternak selama 3 tahun dan memiliki ternak sapi aceh minimal 2 ekor. parameter yang diamati dalam penelitian ini yaitu penerapan aspek teknis pemeliharaan sapi aceh di kecamatan johan pahlawan kabupaten aceh barat meliputi, aspek pemuliaan dan reproduksi, pakan, tatalaksana pemeliharaan, kesehatan, kandang dan perlengkapan. data yang didapat diolah dengan menghitung rata-rata dan persentase skor kemudian dibandingkan dengan kategori yang ditetapkan oleh direktorat jenderal peternakan (1992). hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan aspek teknik pemeliharaan ternak sapi aceh yang diperoleh di kecamatan johan pahlawan kabupaten aceh barat adalah 52,31% dengan rata-rata nilai 523,1 dari 1000. hal ini dapat disimpulkan bahwa penerapan aspek teknis pemeliharaan sapi aceh di kecamatan johan pahlawan kabupaten aceh barat belum sesuai dengan pedoman direktorat jenderal peternakan (1992).
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ASPEK TEKNIS PEMELIHARAAN SAPI ACEH DI KECAMATAN JOHAN PAHLAWAN KABUPATEN ACEH BARAT. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2025
Baca Juga : KESIAPAN GURU PPKN DALAM PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DARING RNDI SMA KECAMATAN JOHAN PAHLAWAN KABUPATEN ACEH BARAT (NORA MARIANTIKA, 2022)
Abstract
Acehnese cattle are one of Indonesia's local germplasms that have high adaptability to local feed types and unfavorable environmental conditions, such as high temperatures and limited feed availability. The existence of this cow makes a significant contribution to meeting the meat consumption needs of the people of Aceh, including the West Aceh Regency area. This maintenance system is still faced with a number of technical problems, including low feed quality, suboptimal reproductive efficiency due to irregular natural mating, and limited use of modern reproductive technology such as artificial insemination. This condition causes the productivity of Acehnese cattle to not reach their maximum potential. This research was carried out from April 17 to May 17, 2025 in Johan Pahlawan District covering five villages, namely Suak Sigadeng, Suak Raya, Suak Ribee, Seunebok and Rundeng villages. This study used a survey method of 39 Acehnese cattle farmers using a questionnaire. The technique of random sampling and determination of the number of samples is deliberate with the consideration of breeders who are willing to be interviewed with the provision of selection of at least 3 years of livestock and have at least 2 Acehnese cattle. The parameters observed in this study are the application of technical aspects of Acehnese cattle maintenance in Johan Pahlawan District, West Aceh Regency, including, aspects of breeding and reproduction, feed, maintenance management, health, cages and equipment. The data obtained was processed by calculating the average and percentage of the score and then compared it with the categories set by the Directorate General of Livestock (1992). The results showed that the application of Acehnese cattle rearing techniques obtained in Johan Pahlawan District, West Aceh Regency was 52.31% with an average score of 523.1 out of 1000. It can be concluded that the implementation of the technical aspects of Acehnese cattle farming in Johan Pahlawan District, West Aceh Regency has not been in accordance with the guidelines of the Directorate General of Livestock (1992).
Baca Juga : TINGKAT PELAKSANAAN FUNGSI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) UJONG BAROH KECAMATAN JOHAN PAHLAWAN KABUPATEN ACEH BARAT (Cici Dianita, 2017)