Inseptisol dikenal sebagai jenis tanah yang memiliki kesuburan rendah karena inceptisol termasuk jenis tanah yang masih muda dengan perkembangan tanah yang belum lama, sehingga kandungan bahan organik dan unsur hara dalam tanah relatif rendah. untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini menggunakan biochar kompos (biokom), yaitu kombinasi antara biochar dan kompos. biochar berasal dari pembakaran terbatas limbah pertanian, sedangkan kompos dihasilkan dari pelapukan bahan organik. kombinasi ini mampu memperbaiki kondisi tanah, seperti memperbaiki struktur tanah, memperbaiki daya simpan air, dan menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman. biokom juga membantu meningkatkan jumlah mikroorganisme tanah dan mempercepat pertumbuhan akar jagung. akar yang berkembang dengan baik akan lebih optimal dalam menyerap nutrisi dan air. tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimanakah pengaruh dari pemberian beberapa jenis biokom terhadap morfologi akar tanaman jagung (zea mays. l) pada inceptisol. penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan fakultas pertanian universitas syiah kuala dimulai dari mei hingga agustus 2024. penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (rak) berpola non faktorial. susunan dilakukan dengan enam perlakuan dan tiga ulangan sehingga terdapat 18 unit percobaan. untuk mendapatkan pengaruh akibat dari setiap perlakuan maka dilakukan analisis ragam (anova) pada taraf 1% dan 5% dan dilanjutkan dengan uji lanjut beda nyata jujur (bnj) dengan taraf 5% untuk mendapatkan perlakuan terbaik. parameter yang diamati adalah pertumbuhan tanaman seperti tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, berat brangkasan tanaman dan morfologi akar seperti berat brangkasan akar, panjang akar, panjang akar spesifik dan rasio tajuk terhadap akar. hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi dari beberapa jenis biochar dan kompos setelah uji bnj pada tingkat 5%, biokom dari kulit singkong (b3) menunjukkan pertumbuhan tinggi tanaman terbaik pada awal (15 hst), tapi tidak ada perbedaan nyata pada umur 30 dan 45 hst. diameter batang dan jumlah daun juga tidak berbeda nyata antar perlakuan, meskipun perlakuan b2 (sekam padi) dan b4 (ampas tebu) cenderung lebih baik. berat basah dan kering tanaman tidak menunjukkan peningkatan signifikan, namun perlakuan b3 dan b4 terbukti meningkatkan berat kering akar secara nyata. sementara itu, panjang akar dan rasio tajuk-akar tidak berpengaruh nyata. namun, panjang akar spesifik meningkat secara signifikan pada semua perlakuan biokom dibanding kontrol, menunjukkan efisiensi sistem akar dalam menyerap hara dan air lebih baik.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH PEMBERIAN BEBERAPA JENIS BIOCHAR KOMPOS (BIOKOM) TERHADAP MORFOLOGI AKAR TANAMAN JAGUNG (ZEA MAYS. L) PADA INCEPTISOL. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2025
Baca Juga : VARIASI JENIS BIOCHAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SERAPAN HARA TANAMAN JAGUNG (ZEA MAYS L.) YANG DIBERIKAN KOMPOS PADA INCEPTISOL (AINUN WARDAH, 2025)
Abstract
Inceptisols are known as a soil type with low fertility because they are relatively young and have not developed recently, resulting in relatively low organic matter and nutrient content. To address this issue, this study utilized biochar compost (biocom), a combination of biochar and compost. Biochar is derived from the limited combustion of agricultural waste, while compost is produced from the decomposition of organic matter. This combination improves soil conditions, such as improving soil structure, water retention, and providing essential plant nutrients. Biocom also helps increase the number of soil microorganisms and accelerate corn root growth. Well-developed roots optimize nutrient and water absorption. The purpose of this study was to determine the effect of several types of biocom on the root morphology of corn (Zea mays L.) in Inceptisols. This research was conducted at the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, from May to August 2024. A non-factorial randomized block design (RBD) was used. The arrangement consisted of six treatments and three replications, resulting in 18 experimental units. To determine the effect of each treatment, an analysis of variance (ANOVA) was performed at the 1% and 5% levels, followed by an honestly significant difference (HSD) test at the 5% level to determine the best treatment. Observed parameters included plant growth, such as plant height, stem diameter, leaf number, plant stump weight, and root morphology, such as root stump weight, root length, specific root length, and shoot-to-root ratio. The results showed that among several biochar and compost combinations, after the 5% HSD test, cassava peel biocom (B3) demonstrated the best plant height growth at the beginning (15 days after planting), but there were no significant differences at 30 and 45 days after planting. Stem diameter and leaf number also did not differ significantly between treatments, although treatments B2 (rice husk) and B4 (bagasse) tended to be superior. Plant fresh and dry weights did not show significant increases, but treatments B3 and B4 significantly increased root dry weight. Meanwhile, root length and shoot-to-root ratio had no significant effect. However, specific root length increased significantly in all biocom treatments compared to the control, indicating better root system efficiency in absorbing nutrients and water.