Miasis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infestasi larva lalat pada jaringan tubuh hewan yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan serius, menurunnya produktivitas, dan bahkan kematian jika tidak ditangani secara cepat dan tepat. tugas akhir bertujuan mengetahui penanganan kasus myiasis pada (bos taurus) di uptd inseminasi buatan dan inkubator (ibi) saree aceh besar. penanganan dilakukan melalui pembersihan luka, pengeluaran larva secara terapi menggunakan anti larva dan suportis. selain itu, diperhatikan tindakan pencegahan seperti menjaga sanitasi kandang, pemantauan kesehatan ternak secara rutin, dan pengendalian vektor lalat. hasil penanganan menunjukkan bahwa penanganan yang sistematis mampu mempercepat proses penyembuhan serta mencegah komplikasi lanjutan. upaya pencegahan secara berkelanjutan menjadi kunci utama dalam mengurangi kejadian miasis di lingkungan peternakan sapi perah dari penanganan tersebut dapat di simpulkan bahwa obat obatan yang telah di berikan mampu menyembuhkan luka miasis. kata kunci: antibiotik, anti larva, ibi saree , myiasis
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENANGANAN KASUS MYIASIS PADA SAPI PERAH (BOS TAURUS) DI UPTD INSEMINASI BUATAN DAN INKUBATOR (IBI) SAREE - ACEH BESAR. Banda Aceh Fakultas FKH,2025
Baca Juga : KONFIRMASI CRYPTOSPORIDIUM SPP. PADA SAPI ACEH DI UPTD INSEMINASI BUATAN DAN INKUBATOR (IBI) SAREE (ANNISA HANUGRAH RIZKI, 2021)
Abstract
Myiasis is a disease caused by the infestation of fly larvae in the body tissues of animals, which can lead to severe tissue damage, decreased productivity, and even death if not treated promptly and appropriately. This final project aims to examine the treatment of myiasis cases in dairy cattle (Bos taurus) at the Artificial Insemination and Incubator Unit (UPTD IBI) Saree, Aceh Besar. The treatment involved wound cleaning, manual removal of larvae, and therapeutic administration of anti-larval drugs and supportive medications. Preventive measures were also taken, including maintaining stable sanitation, routine livestock health monitoring, and controlling fly vectors. The results showed that a systematic treatment approach accelerated the healing process and prevented further complications. Continuous preventive efforts are crucial in reducing the incidence of myiasis in dairy farming environments. Based on the treatment outcomes, it can be concluded that the administered medications were effective in healing myiasis wounds. Keywords: Antibiotics, Anti-larvae, IBI Saree, Myiasis
Baca Juga : PENANGANAN KASUS DIARE PADA PEDET DI UPTD BALAI PEMBIBITAN TERNAK DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN PROVINSI JAMBI (Elsa Yulianti, 2016)