Kerusakan bearing pada sistem induced draft fan (idf) pada industri semen menjadi penyebab utama downtime, yang dipicu oleh peningkatan vibrasi dan temperatur selama operasi. metode perhitungan konvensional seperti iso 281 tidak mempertimbangkan kondisi operasional aktual, sehingga perlu pendekatan berbasis data lapangan. pengambilan data dilakukan selama lebih dari lima tahun pada pt solusi bangun andalas menggunakan sensor vibrasi sz-6 dan termokopel wrnk2-221, lalu diklasifikasikan menjadi data failure dan censored. analisis dilakukan menggunakan distribusi weibull dan metode least squares estimation (lse) melalui perangkat lunak minitab. hasil estimasi menunjukkan nilai shape parameter (β) sebesar 8,95938 dan scale parameter (η) sebesar 35.611,6 jam, dan mttf sebesar 33.716 jam, dengan korelasi model sebesar 0,796. estimasi sisa umur bearing berdasarkan weibull sebesar 16487 jam (1,88 tahun), sedangkan metode iso 281 menunjukkan 20.447 jam (2,33 tahun), dengan selisih 3.960 jam (0,4 tahun). perbedaan ini menunjukkan pendekatan statistik berbasis kondisi lebih mencerminkan kondisi actual operasional. integrasi monitoring vibrasi dan temperatur secara real-time menjadi penting dalam mendukung strategi pemeliharaan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS SISA UMUR SPHERICAL ROLLER BEARING PADA INDUCED DRAFT FAN MENGGUNAKAN METODE DISTRIBUSI WEIBULL. Banda Aceh Fakultas Teknik - Teknik Mesin,2025
Baca Juga : ANALISIS POTENSI PENGEMBANGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ANGIN DI WILAYAH SEULAWAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE STATISTIK WEIBULL (Nazaruddin, 2024)
Abstract
Kerusakan bearing pada sistem induced draft fan (IDF) pada industri semen menjadi penyebab utama downtime, yang dipicu oleh peningkatan vibrasi dan temperatur selama operasi. Metode perhitungan konvensional seperti ISO 281 tidak mempertimbangkan kondisi operasional aktual, sehingga perlu pendekatan berbasis data lapangan. Pengambilan data dilakukan selama lebih dari lima tahun pada PT Solusi Bangun Andalas menggunakan sensor vibrasi SZ-6 dan termokopel WRNK2-221, lalu diklasifikasikan menjadi data failure dan censored. Analisis dilakukan menggunakan distribusi Weibull dan metode least squares estimation (LSE) melalui perangkat lunak Minitab. Hasil estimasi menunjukkan nilai shape parameter (β) sebesar 8,95938 dan scale parameter (η) sebesar 35.611,6 jam, dan MTTF sebesar 33.716 jam, dengan korelasi model sebesar 0,796. Estimasi sisa umur bearing berdasarkan Weibull sebesar 16487 jam (1,88 tahun), sedangkan metode ISO 281 menunjukkan 20.447 jam (2,33 tahun), dengan selisih 3.960 jam (0,4 tahun). Perbedaan ini menunjukkan pendekatan statistik berbasis kondisi lebih mencerminkan kondisi actual operasional. Integrasi monitoring vibrasi dan temperatur secara real-time menjadi penting dalam mendukung strategi pemeliharaan.