Reaksi obat yang tidak diinginkan (rotd) merupakan salah satu permasalahan yang dapat terjadi pada pasien dengan penyakit stroke. kejadian rotd dapat mempengaruhi efektivitas pengobatan, meningkatkan risiko komplikasi, serta berdampak pada kualitas hidup pasien. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian rotd, mengidentifikasi obat-obatan yang berpotensi menyebabkan rotd, serta menganalisis faktor risiko yang berkontribusi terhadap kejadian rotd pada pasien stroke yang menjalani terapi rawat jalan di poli saraf rsud dr. zainoel abidin banda aceh. penelitian ini menggunakan pendekatan observasional analitik dengan desain potong lintang (cross-sectional). sebanyak 86 pasien dipilih menggunakan teknik purposive sampling. data dikumpulkan selama periode januari hingga maret 2025 melalui wawancara langsung dan telaah rekam medis, dengan menggunakan instrumen meso, algoritma naranjo, hartwig-siegel, schumock thornton, serta kuesioner mmas-8. analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan regresi logistik multivariat. hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 86 pasien, sebanyak 17 pasien mengalami rotd. obat yang paling banyak dikaitkan dengan kejadian rotd adalah amlodipin sebanyak 9 kejadian rotd. variabel kepatuhan tinggi menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik dengan kejadian rotd (p = 0,008). penelitian ini dapat memberikan informasi penting mengenai obat-obatan yang paling sering menyebabkan rotd pada pasien stroke serta membantu dalam pengambilan keputusan terapi yang lebih aman.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KAJIAN REAKSI OBAT YANG TIDAK DIINGINKAN (ROTD) PADA PASIEN PENYAKIT RNSTROKE DI RSUDZA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas MIPA Farmasi,
Baca Juga : KAJIAN REAKSI OBAT YANG TIDAK DIHARAPKAN (ROTD) PADA PASIEN PENGGUNA OBAT SITOTOKSIK DI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UMUM DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (Riva Fitrya, 2025)
Abstract
Adverse drug reactions (ADRs) are one of the problems that can occur in patients with stroke. ADR can affect the effectiveness of treatment, increase the risk of complications, and impact on the patient's quality of life. This study aims to determine the incidence of ADR, identify drugs that have the potential to cause ADR, and analyze the risk factors that contribute to the incidence of ADR in stroke patients undergoing outpatient therapy at the Neurology Clinic of RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. This study used an analytic observational approach with a cross-sectional design. A total of 86 pasients were selected using purposive sampling technique. Data were collected during the period January to March 2025 through direct interviews and medical record review, using MESO instruments, Naranjo algorithm, Hartwig-Siegel, Schumock-Thornton, and MMAS-8 questionnaire. Data were analyzed by univariate, bivariate, and multivariate logistic regression. The results showed that out of 86 patients, 17 patients experienced ADR. The drug most associated with ADR events was amlodipine with 9 ADR events. One of the adherence variables showed a statistically significant association with the incidence of ADR (p = 0.008). This study can provide important information about the drugs that most often cause ADR in stroke patients and help in making safer therapeutic decisions.
Baca Juga : HUBUNGAN POLIFARMASI DENGAN POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN GERIATRI DI RUANG RAWAT INAP PENAKIT DALAM RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (Muhammad Najib Fajar Fawaid, 2017)