Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peran jernang dalam mendukung sumber pendapatan masyarakat dan menampung jenis-jenis vegetasi dan satwaliar dalam lanskapnya.. penelitian dengan metode survey ini menggunakan petak contoh bujur sangkar berlapis ukuran 20 m x 20 m untuk pohon, 10 mx 10 m untuk tiang, 5 m x 5 m untuk pancang dan 2 m x 2 m untuk anakan.keragaman jenisnya dihitung menggunakan pendekatan shanon-wyner index. metode variable circulat plot digunakan untuk menghitung jenis dan keragaman jenis satwaliar (mamalia, burung dan reptile). satwaliar yang dicatat adalah satwaliar yang terdapat dalam kawasan penelitian serta ditemukan selama waktu penelitian baik secara langsung maupun tidak langsung (suara, jejak, kotoran, bekas makanan, cakaran dan atau indikasi lainnya). parameternya kerapatan nisbi perjumpaan. untuk mengetahui pendapatan atau bagian harga yang diterima para pengolah jemang dilakukan wawancara semi terstruktur terhadap 3 orang toke, 10 orang agen ditingkat desa dan 5 orang agen ditingkat kecamatan dan 50 orang pengolah. parametemya adalah harga jual, harga beli, biaya pemasaran dan waktu penjualan. hasil penelitian menunjukkan indeks kekayaan dan keragaman jenis vegetasi cukup tinggi yaitu 4,82 untuk pohon, 4,40 untuk tiang, 4, 17 untuk pancang dan 3,5 untuk anakan. jenis-jenis satwaliar yang dijumpai cukup bervariasi dan unik, karena tergolong sebagai satwa langka, dilindungi dan endemik sumatra. kerapatan nisbi paling tinggi pada kelas burung adalah burung madu (licmera indistincia) dan cinenen (orthotomus cuculatus) . pada kelas mamalia kerapatan nisbi paling tingi dijumpai pada kelelawar (pteropus vampyrus) dan kera ekor panjang (macaca fascicularis). kelas reptil termasuk kategori jarang ditemukan dan hanya sekali perjumpaan selama penelitian. sebagai sumber pendapatan, terdapat 9 % dari total penduduk aceh barat yang tergolong sebagai pemburu jemang dengan total pendapatan sebesar rp. 78. 750.000/ha/th. nilai ini lebih besar dari pendapatan petani karet yang hanya mendapat rp. 65.000.000/ha/th untuk karet okulasi dan rp. 45.000.000/ha/th untuk karet non okulasi.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
PERAN JERNANG SEBAGAI TANAMAN KONSERVASI DALAM MENDUKUNG KELESTARIAN HUTAN DAN SUMBER PENDAPATAN MASYARAKAT DIKABUPATEN ACEH BARAT. Banda Aceh Program Studi Magister Konservasi Sumberdaya Lahan,2009
Baca Juga : PENGELOLAAN HUTAN BERBASIS GAMPONG (LEMBAGA PENGELOLA HUTAN DESA) DI GAMPONG JAMBO PAPEUN KECAMATAN MEUKEK KABUPATEN ACEH SELATAN (LINDA PUSPITA SARI, 2025)
Abstract
Baca Juga : PERAN PEMERINTAH ACEH DALAM MENJAGA KELESTARIAN HUTAN TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER SEBAGAI EKOSISTEM MAKLUK HIDUP YANG BERKELANJUTAN (YUSRA IRFAN SHAFRY, 2024)