Kambing peranakan etawa (pe) merupakan salah satu jenis kambing perah unggulan yang banyak dibudidayakan di indonesia karena memiliki produktivitas susu dan daging yang tinggi. dalam upaya meningkatkan kesehatan dan performa fisiologis kambing, inovasi pada pakan ternak sangat diperlukan, salah satunya dengan penambahan mineral nano zinc. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi nano zinc dalam pakan terhadap parameter fisiologis kambing pe betina, yaitu frekuensi respirasi, denyut jantung (pulsus), dan temperatur rektal. penelitian dilakukan di laboratorium ilmu dan teknologi produksi ternak ruminansia, laboratorium ilmu nutrisi, teknologi dan hijauan pakan, departemen peternakan, fakultas pertanian, universitas syiah kuala, serta tdmrc (tsunami and disaster mitigation research center) universitas syiah kuala, dan penelitian lapangan dilakukan di kutaraja aqiqah, desa rumpet, aceh besar, pada bulan april hingga juni 2025. metode yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (rak) dengan lima perlakuan dosis nano zinc (10, 20, 30, dan 40 ppm) dan tiga ulangan berdasarkan periode laktasi. parameter yang di uji pada penelitian ini yaitu reaksi dari sistem fisiologis kambing peranakan etawa mulai dari respirasi(pernafasan), pulsus (denyut jantung), temperatur rektal (suhu tubuh ternak). setiap pengambilan data perhitungan diulang sebanyak tiga kali. pengukuran diulang sebanyak 3 kali, kemudian nilai dari tiga kali pengukuran dirata-ratakan. nilai yang didapatkan dalam pengukuran respirasi disajikan dalam bentuk satuan respirasi/menit. hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian nano zinc tidak memberikan pengaruh yang nyata (p>0,05) terhadap semua parameter fisiologis yang diamati. rata-rata frekuensi respirasi tercatat sebesar 49,9 kali/menit, denyut jantung 80,7 kali/menit, dan temperatur rektal 38,83°c, yang seluruhnya masih berada dalam kisaran normal. dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penambahan nano zinc dalam pakan kambing pe betina tidak memberikan pengaruh terhadap parameter fisiologis yang diamati, namun tetap menjaga kondisi fisiologis ternak dalam batas normal.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KONDISI FISIOLOGIS KAMBING BETINA PERANAKAN ETAWA AKIBAT PEMBERIAN NANO ZINC SEBAGAI CAMPURAN PAKAN. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2025
Baca Juga : UPAYA PENINGKATAN KUALITAS SUSU DENGAN PENAMBAHAN NANO ZINC (ZN) SEBAGAI CAMPURAN PAKAN KAMBING PERANAKAN ETAWA (AUDRI FADILLAH, 2025)
Abstract
Etawa crossbred (PE) goats are a superior dairy goat breed widely cultivated in Indonesia due to their high milk and meat productivity. To improve goat health and physiological performance, innovations in animal feed are essential, one of which is the addition of Nano Zinc. This study aimed to determine the effect of nano zinc supplementation in feed on the physiological parameters of female PE goats, namely respiration rate, heart rate (pulsus), and rectal temperature. The study was conducted at the Ruminant Livestock Production Science and Technology Laboratory, the Nutrition Science, Technology, and Forage Laboratory, Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, and the Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) of Syiah Kuala University. Field research was conducted at Kutaraja Aqiqah, Rumpet Village, Aceh Besar, from April to June 2025. A Randomized Block Design (RBD) was used with five nano zinc dosage treatments (10, 20, 30, and 40 ppm) and three replications based on lactation period. The parameters tested in this study were the physiological responses of Etawa crossbred goats, including respiration (breathing), pulse (heart rate), and rectal temperature (body temperature). Each data collection was repeated three times. The measurements were then averaged. The respiration values were presented in respirations per minute. The results showed that nano zinc supplementation had no significant effect (P>0.05) on any of the observed physiological parameters. The average respiratory rate was 49.9 breaths per minute, heart rate 80.7 beats per minute, and rectal temperature 38.83°C, all within the normal range. Therefore, it can be concluded that the addition of nano zinc to the feed of female PE goats did not affect the observed physiological parameters but maintained the physiological condition of the livestock within normal limits.
Baca Juga : ANALISA PENDAPATAN USAHA PENGGEMUKAN KAMBING PERANAKAN ETAWA JANTAN DENGAN PEMBERIAN PROSIN PADA PAKAN PENGUAT (Syafrizal Parsi, 2024)