Masyarakat pesisir semakin rentan terhadap risiko bencana akibat keterbatasan infrastruktur, tekanan lingkungan, dan tantangan sosial ekonomi. penelitian ini menilai ketahanan gampong pande, sebuah desa pesisir di banda aceh, indonesia, serta mengembangkan strategi untuk penguatannya dengan menggunakan framework for community resilience (fcr) dari ifrc. penelitian kualitatif dengan pendekatan partisipatif digunakan melalui wawancara semi-terstruktur yang mendalam dengan 10 informan dari masyarakat serta focus group discussion (fgd) yang melibatkan 13 peserta dari 10 lembaga pemangku kepentingan yang berbeda. hasil penelitian menunjukkan kekuatan pada aspek ketahanan pangan dan kohesi sosial, namun tantangan signifikan masih ada dalam kesiapsiagaan evakuasi, akses layanan kesehatan darurat, pasokan air yang tidak konsisten, diversifikasi mata pencaharian yang terbatas, serta pengelolaan sumber daya alam. kesenjangan koordinasi antara kebutuhan masyarakat dan program kelembagaan, serta keterlibatan kelompok rentan yang masih terbatas dalam perencanaan, menjadi hambatan dalam membangun ketahanan lokal. penelitian ini mengusulkan strategi seperti perencanaan kesiapsiagaan berbasis masyarakat, pembangunan gedung evakuasi khusus, peningkatan akses air bersih dan layanan kesehatan darurat, partisipasi masyarakat yang lebih luas dalam proses perencanaan, serta penguatan kolaborasi dengan lembaga eksternal. studi ini memberikan kontribusi praktis dan teoritis dalam membangun ketahanan yang kontekstual di komunitas pesisir perkotaan. kata kunci: ketahanan masyarakat, desa pesisir, kerangka ifrc, kesiapsiagaan bencana, penelitian partisipatif, banda aceh
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
ASSESSING COASTAL COMMUNITY RESILIENCE AND DEVELOPING STRATEGIES FOR ENHANCEMENT: A CASE STUDY OF GAMPONG PANDE, BANDA ACEH, INDONESIA. Banda Aceh Prog. Studi Megister Ilmu Kebencanaan,
Baca Juga : ANALISIS TINGKAT KUALITAS PERMUKIMAN DENGAN MENGGUNAKAN CITRA RESOLUSI TINGGI DI GAMPONG PANDE KECAMATAN KUTA RAJA KOTA BANDA ACEH (Muhammad Azmi, 2019)
Abstract
Coastal communities are increasingly vulnerable to disaster risks due to limited infrastructure, environmental pressures, and socio-economic challenges. This study assesses the resilience of Gampong Pande, a coastal village in Banda Aceh, Indonesia, and develops strategies for its enhancement using the IFRC Framework for Community Resilience. A qualitative, participatory approach was employed through in-depth semi-structured interviews with 10 community informants and a focus group discussion involving 13 participants from 10 different stakeholder institutions. The findings reveal strengths in food security and social cohesion. Still, significant challenges remain in evacuation preparedness, access to emergency health services, inconsistent water supply, limited livelihood diversification, and natural resource management. Coordination gaps between community needs and institutional programs, along with the limited involvement of vulnerable groups in planning, continue to hinder localized resilience. The study proposes strategies such as community-based preparedness planning, the development of dedicated evacuation buildings, improved access to water, enhanced emergency health services, increased community participation in planning processes, and strengthened collaboration with external institutions. This research offers practical and theoretical insights into building context-specific resilience in coastal urban communities. Keywords: community resilience, coastal community, IFRC Framework, disaster preparedness, participatory research, Banda Aceh