Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
ASMIRA SIMAHARA, KEPERCAYAAN MASYARAKAT TERHADAP BUDAYA PENGOBATAN TRADISIONAL MEURAAJAH (STUDI FENOMENOLOGI DI KAMPUNG LUKUP SABUN). Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala,2025

Abstrak di tengah zaman modern ini masyarakat di aceh tengah masih mengikuti tradisi merajah. metode penyembuhan penyakit secara tradisional digunakan oleh masyarakat kampung lukup sabun pada umumnya dilakukan dengan menggunaan mantra. mantra yang dibaca perpaduan antara bahasa gayo dan bahasa arab. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan masyarakat kampung lukup sabun, kecamatan kute panang, kabupaten aceh tengah terhadap pengobatan tradisional meurajah di tengah perkembangan teknologi kesehatan modern.metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi alfred schutz. data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap masyarakat yang menjalani maupun menyaksikan praktik meurajah. hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pengobatan tradisional meurajah masih sangat dipercayai dan dilestarikan masyarakat lukup sabun. kepercayaan ini terbentuk melalui pengalaman pribadi, pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun, serta interaksi sosial di lingkungan sekitar. masyarakat memaknai meurajah bukan sekadar praktik penyembuhan, tetapi sebagai warisan budaya dan bentuk ikhtiar spiritual yang menyatu dengan nilai-nilai religius.walaupun layanan medis modern tersedia, masyarakat tetap memilih meurajah untuk mengatasi penyakit yang dianggap tidak dapat dijelaskan secara medis, seperti gangguan makhluk halus. proses meurajah dilakukan oleh guru kampung melalui pembacaan doa, mantra, dan penggunaan tanaman herbal lokal, tanpa adanya tarif resmi. kata kunci: pengobatan tradisional, meurajah, kepercayaan masyarakat.



Abstract

ABSTRACK In this modern era, communities in Central Aceh continue to follow the tradition of meurajah. This traditional healing method, commonly practiced by the people of Lukup Sabun Village, typically involves the use of mantras that combine the Gayo and Arabic languages. This study aims to explore the perceptions of the Lukup Sabun community, Kute Panang Subdistrict, Central Aceh Regency, toward meurajah as a form of traditional medicine in the midst of advancements in modern health technologies. The research employs a qualitative method using Alfred Schutz's phenomenological approach. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving individuals who have undergone or observed meurajah practices. The findings show that meurajah is still highly trusted and preserved among the people of Lukup Sabun. This belief is shaped by personal experiences, intergenerational knowledge, and social interactions within the community. The villagers regard meurajah not merely as a healing technique, but as a cultural heritage and a spiritual effort deeply rooted in religious values. Despite the availability of modern medical services, many still choose meurajah, particularly for illnesses believed to be caused by supernatural forces and considered beyond the reach of medical science. The meurajah process is carried out by a village healer (guru kampung) through the recitation of prayers, mantras, and the use of local herbal remedies without any formal fees. Keywords: traditional medicine, meurajah, community belief.



    SERVICES DESK