Pakan alami seperti rotifera (brachionus plicatilis) merupakan sumber nutrisi utama dalam fase awal budidaya larva ikan kakap putih (lates calcarifer), namun kandungan gizinya masih perlu ditingkatkan untuk mendukung pertumbuhan dan sintasan larva secara optimal. salah satu cara peningkatan nutrisi adalah melalui pengayaan menggunakan minyak zaitun (olea europaea) yang kaya akan asam lemak. penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pengayaan rotifera dengan minyak zaitun terhadap laju pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup larva ikan kakap putih. penelitian dilakukan pada bulan januari 2025 di balai perikanan budidaya air payau (bpbap) ujung batee, aceh besar dan laboratorium fakultas pertanian universitas syiah kuala, menggunakan rancangan acak lengkap (ral) dengan empat perlakuan dosis minyak zaitun (0 ml, 5 ml, 10 ml, dan 15 ml per 500 ml) dan lima ulangan. parameter yang diamati adalah panjang mutlak, berat mutlak, dan kelangsungan hidup larva selama 10 hari pemeliharaan. hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian rotifera yang diperkaya minyak zaitun tidak berpengaruh nyata terhadap panjang mutlak (p>0,05), namun berpengaruh nyata terhadap berat mutlak dan kelangsungan hidup (p
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGAYAAN ROTIFERA MENGGUNAKAN MINYAK ZAITUN (OLEA EUROPAEA) TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN DAN SINTASAN LARVA IKAN KAKAP PUTIH (LATES CALCARIFER). Banda Aceh ,2025
Baca Juga : PENGARUH PENGAYAAN MOINA SP. DENGAN TEPUNG IKAN TERHADAP PERTUMBUHAN LARVA IKAN KAKAP PUTIH (LATES CALCARIFER) (RADJA ISLAMY PUTRA, 2024)
Abstract
Natural feed such as rotifers (Brachionus plicatilis) is a primary nutritional source during the early stages of Asian seabass (Lates calcarifer) larval rearing, but its nutrient content needs to be enhanced to support optimal growth and survival. One effective enrichment method is the use of olive oil (Olea europaea), which is rich in unsaturated fatty acids. This study aimed to evaluate the effect of olive oil-enriched rotifers on the growth and survival rates of Asian seabass larvae. The research was conducted in January 2025 at the Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) in Ujung Batee, Aceh Besar and the Laboratory of the Faculty of Agriculture, Universitas Syiah Kuala, using a Completely Randomized Design (CRD) with four enrichment doses (0 ml, 5 ml, 10 ml, and 15 ml per 500 ml) and five replications. Parameters observed were absolute length, absolute weight, and survival rate over a 10-day rearing period. The results showed that olive oil enrichment did not significantly affect absolute length (P>0.05), but had a significant effect on absolute weight and survival (P