Pertumbuhan transportasi yang cepat menyebabkan kebisingan di lingkungan. kebisingan lalu lintas merupakan ancaman lingkungan akibat intensitas suara yang berlebihan. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ambang batas kebisingan di jalan teungku muhammad daud beureueh kawasan masjid oman al-makmur, persepsi kenyamanan pengunjung masjid, hubungan antara volume lalu lintas, tingkat kebisingan dan mengetahui hubungan karakteristik responden terhadap kenyamanan. pengukuran kebisingan dilakukan pada hari minggu dan senin untuk menunjukkan bahwa tingkat kebisingan di kawasan tersebut melebihi standar baku mutu untuk area tempat ibadah, yang ditetapkan maksimal sebesar 55 db(a). pengukuran kebisingan dilakukan berdasarkan keputusan menteri lingkungan hidup no. 48/menlh/11/1996 tentang baku mutu kebisingan. metode penelitian melibatkan pengumpulan data primer melalui observasi lapangan, serta teknik analisis deskriptif untuk mengevaluasi hubungan antara volume lalu lintas dengan tingkat kebisingan. pengumpulan data dilakukan menggunakan alat sound level meter tipe gm1352, dengan sistem “short time” selama 10 menit pembacaan mulai pada jam 07.00 – 18.00 wib selama 2 hari, yaitu pada hari minggu dan hari senin. hasil penelitian menunjukkan bahwa volume lalu lintas merupakan faktor dominan yang memicu kebisingan. tingkat kebisingan (leq) yang terjadi pada hari minggu bagian timur sebesar 69,43 db(a) dan bagian utara sebesar 64,87 db(a). sedangkan pada hari senin kebisingan (leq) yang terjadi pada bagian timur sebesar 70,80 db(a) dan bagian utara sebesar 66,85 db(a). nilai kebisingan pada penelitian ini menunjukkan bahwa sudah melampaui ambang batas kebisingan maksimum 55 db(a). berdasarkan tingkat kebisingan yang terjadi, pada hari minggu masyarakat berpersepsi tidak nyaman sebesar 72%, sedangkan pada hari senin persepsi tidak nyaman sebesar 62%. usia menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap kenyamanan, dengan dampak yang lebih besar dibandingkan jenis kelamin, pekerjaan dan pendidikan. nilai pengaruh usia mencapai 0,705 dan nilai signifikansi sebesar 0,021.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS KEBISINGAN AKIBAT ARUS LALU LINTAS TERHADAP RNKENYAMANAN DI KAWASAN MASJID OMAN AL-MAKMUR RNKOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Teknik,2025
Baca Juga : UJI TINGKAT KEBISINGAN DI AREA SEBELAH TIMUR MASJID RAYA BAITURRAHMAN BANDA ACEH (Muhammad Narazi, 2018)
Abstract
Rapid transportation growth causes noise pollution in the environment. Traffic noise is an environmental threat due to excessive sound intensity. The purpose of this study is to determine the noise threshold at Jalan Teungku Muhammad Daud Beureueh, particularly around Oman Al-Makmur Mosque, assess visitors' comfort perception, examine the relationship between traffic volume and noise level, and investigate the relationship between respondent characteristics and comfort. Noise measurements were conducted on Sunday and Monday to demonstrate that noise levels in the area exceeded the standard quality threshold for places of worship, which is set at a maximum of 55 dB(A). The noise measurement was based on the Decree of the Minister of Environment No. 48/MENLH/11/1996 regarding noise quality standards. The research method involved collecting primary data through field observations and descriptive analysis techniques to evaluate the relationship between traffic volume and noise level. Data collection was carried out using a GM1352 sound level meter with a "Short Time" system for 10 minutes, starting from 07:00 to 18:00 WIB over 2 days, Sunday and Monday. The results showed that traffic volume is the dominant factor contributing to noise. The noise level (Leq) on Sunday was 69.43 dB(A) in the east and 64.87 dB(A) in the north. On Monday, the noise level (Leq) was 70.80 dB(A) in the east and 66.85 dB(A) in the north. The noise levels in this study exceeded the maximum noise threshold of 55 dB(A). Based on the noise level, on Sunday, 72% of the community perceived discomfort, while on Monday, 62% perceived discomfort. Age was the most influential factor on comfort, with a greater impact than gender, occupation, and education. The influence value of age reached 0.705, and the significance value was 0.021.
Baca Juga : STUDI EFEKTIFITAS PENATAAN ARUS LALU LINT AS DI KAWASAN MESJID RAYA BAITURRAHMANRNKOTA BANDA ACEH (Nazaruddin, 2021)