Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar dapat mengaktifkan siswa belajar, dan akan tercipta interaksi dengan lingkungannya, untuk itu diperlukan pendekatan yang: sesuai. pada pembelajaran ips pendekatan yang sesuai adalah pendekatan lingkungan. pantauan penulis menunjukkan guru smpn kota lhoksukon belum memanfaatkan lingkungan secara maksimal dalam pembelajaran. hal ini menyebabkan penulis ingin mengkaji bagaimana perencanaan, pelaksanaan serta kendala-kendala yang mempengaruhi upaya guru dalam memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar. metode penelitian adalah metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. alat pengumpul data yaitu; wawancara, observasi, dan telaah dokumentasi dengan subyek penelitian guru jps di smpn kota lhoksukon dan pengambilan sampel dengan purposif sampling. hasil penelitian menunjukkan perencanaan pembelajaran yang di buat guru umumnya cenderung merencanakan pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar namun pelaksanaannya terbatas di rang kelas pelaksanaan pembelajaran umumnya guru memulainya dengan menyampakan bahan pengait materi pelajaran yang berorientasi pada ingkungan, namun tidak dimanfaatkan secara langsung karena terkendala dengan; ( 1 ) faktor waktu. (2) faktor biaya, (3) faktor keamanan, dan (4» faktor negoisiasi. pemanfaatan lingkungan akan terlaksana bila guru; (i} merencanakan, melaksanakan pembelajaran untuk membawa siswa langsung ke lingkungan nyata, (2) tidak menjadikan buku paket sebagai sumber utama pada pbm. kata kunci : pemanfaatan, lingkungan, sumber belajar.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala